oleh

Peduli Korban Gempa, Rafli Kande Berupaya Galang Dana Bantuan Hingga Ke Qatar

Rafli Kande
Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Rafli Kande. FOTO | M. DAHLAN

Banda Aceh-Gempa 6,5 skala righter yang melanda Aceh pada 7 desember 2016 lalu menyisakan segudang persoalan di Aceh, dari menelan korban jiwa ada juga warga yang mengalami luka-luka, sejumlah fasilitas umum baik itu sekolah maupun rumah ibadah mengalami kerusakan dan porak poranda.

Hal itu membuat Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Rafli Kande, tidak bisa berdiam diri melihat kondisi yang menimpa warga di lokasi gempa itu.

Berbagai upaya terus dilakukan senator asal Aceh ini untuk meringankan beban korban gempa Pidie Jaya, apalagi dirinya kini duduk di komite III DPD RI yang juga menangani persoalan sosial.

Sejak awal Rafli terus melakukan berbagai upaya untuk membantu korban gempa Aceh, sehari setelah gempa Rafli Kande langsung mempersiapkan tim dari DPD RI untuk turun ke Pidie Jaya, selain itu Rafli bersama anggota DPD-RI perwakilan Aceh lainnya juga terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.

Baik itu dengan pimpinan DPD-RI maupun dengan Kepala BNPB Willem Rampangilei dan pihak lainnya yang dianggap berkompeten untuk membantu Aceh pada masa panik pasca gempa. Alhasil, BNPB merespon sangat baik dan langsung menyalurkan berbagai bantuan, baik itu masa panik maupun bantuan stimulus.

Tidak sebatas itu, Rafli yang juga berlatar belakang seniman juga menggelar konser-konser amal di Jakarta untuk mengajak semua pihak berpartisipasi membantu korban gempa. Pada 23 desember 2016 ia mengadakan konser amal bersama masyarakat Aceh di Pasar Minggu Jakarta dan 16 desember 2016, sembari memperingati 12 tahun tsunami ia kembali menggelar konser amal bersama di Amazing Hotel, Jakarta.

Dalam kesempatan itu ia mengundang kedutaan besar berbagai Negara. Ternyata langkah senator Aceh ini tidak berhenti disitu, pada tanggal 15 februari 2017 mendatang ia bersama rombongan harus terbang ke Qatar untuk menggalang bantuan terhadap pembangunan rumah ibadah yang rusak akibat gempa itu.

“Sebenarnya rencana ke Qatar ini sudah jauh hari kita coba bangun komunikasi dengan adinda Said salah satu staf Ahli kedutaan besar Indonesia untuk Qatar, pertama sekali rencana kita mau membuat perhelatan di Aceh, kita terus membangun komunikasi rutin. Sehingga seiring waktu dan situasional, kita berpikir dan berstrategi agar bisa lebih cepat untuk menanggapi keadaan yang terjadi di Aceh,” ujar Rafli, kepada media ini, Rabu, 8 Februari 2017.

“Kita harus memiliki kesadaran penuh bahwa Aceh adalah salah satu bagian dari percaturan dunia timur tengah pada masa-masa kejayaan masa lalu, dan ini modal yang potensial untuk Aceh dimasa mendatang,” ungkap Rafli.

Masyarakat Qatar, kata Rafli Kande, terlihat sangat bersemangat merespon rencana mulia ini. Dalam hal ini dirinya juga mencari lembaga nirlaba yang bisa mendampingi, akhirnya ACT hadir untuk memdampingi Rafli dalam menggelar kegiatan nantinya.

“Tujuan jangka pendek kegiatan-kegiatan penggalangan bantuan ini nantinya, kita hendak membangun 25 meunasah di Pidie Jaya. Selain itu juga tidak menutup kemungkinan membuat program-program lain seperti membangun program ekonomi bangkit dan sebagainya,” jelas Rafli.

Rafli Kande dalam acara ini hadir dalam kapasitas sebagai pengisi acara utama. Bersama dia, juga turut berangkat dengan penuh semangat Ustadz Yusuf Mansur dan istri, artis Fegi Melati Sukma dan Prof. Dr. Irawan merupakan salah seorang putera Aceh yang kini menjadi guru besar Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.

“Kita harus bisa membangun komunikasi baik yang produktif dan bersinergi untuk dengan pihak Qatar dalam banyak sector baik pariwisata dan seni budaya maupun kerjasama-kerjasama lainnya yang dapat menghadirkan kebaikan bagi masyarakat Aceh nantinya,” sebut Rafli.

Ia menambahkan, membina hubungan baik dengan Qatar sangatlah penting bagi Indonesia dan Aceh pada khususnya, sehingga hubungan ini harus dibangun dengan semangat dan i’tikat demi kemaslahatan ummat.

“Insya Allah pada 15 Februari nanti kita berangkat ke Qatar selama satu minggu disana, kemudian pasca itu, jika Allah izinkan dan ridho kita sebagian juga akan berangkat umroh, insya Allah,” pungkas senator kelahiran Aceh Selatan ini.

[Penulis | Kontributor Banda Aceh]
[Editor   | Muzai Punteuet]

Facebook Comments

Komentar

News Feed