oleh

Pelajar SMK Takut Bersekolah karena Dapat Pesan Berantai

Tangerang-Sebagian pelajar di SMK B di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, tidak masuk sekolah. Alasannya, mereka mendapat pesan berantai setelah beberapa pelajar di sekolah itu tawuran dengan kelompok dari SMK lain kemarin.

Kepala SMK B, S, mengatakan pesan berantai beredar ke ponselnya. Guru dan para pelajar pun menerima pesan tersebut.”Semacam ancaman. Mungkin karena itu, anak-anak banyak yang tidak amsuk sekolah,” ujar S di Tangsel, Rabu, 1 Agustus 2018.

Pesan itu berisikan peringatan agar siswa dan guru waspada. Kabarnya, serangan balik akan dilakukan kelompok dari sekolah lain.

Sekolah, lanjut S, akan menindak tegas pelajar yang terlibat tawuran. Hal itu termuat dalam perjanjian antara siswa dan sekolah sebelum mereka di terima masuk sekolah.

“Kami sudah ada perjanjian dengan para siswa, bagi pelajar terlibat tawuran, narkoba, dan pelanggaran berat lain akan diberikan sanksi tegas,” katanya.

Namun begitu, Sutrisno tak meyakini bahwa pelaku tawuran adalah pelajar dari sekolahnya.”Kami lihat dari video yang beredar tak ada yang kami kenal, dari atributnya juga tidak ada dari sekolah kami. Tapi kami ikuti hasil penyidikan Polisi, kalau benar ada dari sekolah kami, pasti kami sanksi,” katanya.

Diterangkan dia, SMK B yang berfokus pada kejuruan bidang Teknik otomotif dan Bisnis Manajemen hanya diisi oleh 84 pelajar.”42 siswa kelas X, 24 siswa kelas XI dan 18 siswa kelas XII. Semua terbagi dalam tiga kelas,” kata dia.

Hari ini, hanya 15 dari 42 siswa kelas X yang masuk dan hanya 7 dari 24 siswa kelas XI yang masuk. Namun kelas XII, tak satupun siswa yang masuk.

Tawuran terjadi antara kelompok siswa dari SMK B dengan SMK S. Pelaku tawuran membawa senjata tajam.

Satu pelajar terluka terkena sabetan senjata tajam. AF, 18, korban, harus menjalani operasi untuk mencabut senjata tajam yang menancap di tubuhnya.[]

(Sumber | METROTVNEWS.COM)

Komentar

News Feed