oleh

Pembangunan Kesehatan adalah Program Prioritas Pemerintah Aceh

Sekretaris Daerah Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Dermawan MM (Tengah) saat menghadiri peletakan Batu pertama pembangunan gedung pusat diagnostik terpadu RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Selasa 27 September 2016. FOTO | Ist

Sigli–Pembangunan kesehatan merupakan salah satu program prioritas pembangunan Aceh yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh, tahun 2012-2017. Sebagai program prioritas, maka perhatian terhadap pembangunan sektor kesehatan sangat diutamakan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, saat menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Pusat Diagnostik Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Di Tiro, Selasa, 27 September 2016.

Untuk diketahui bersama, upaya Pemerintah Aceh membangun sektor kesehatan mulai menampakkan hasil. Salah satu indikatornya adalah Penghargaan Nasional yang didapat Aceh atas komitmen menjalankan Agenda Millenium Development Goals atau MDGs. Kebijakan kesehatan Aceh diapresiasi, karena dinilai sudah sejalan dengan Agenda MDGs yang disepakati oleh ratusan negara anggota PBB.

“Itu sebabnya, tahun ini, anggaran Aceh untuk pembangunan di bidang kesehatan mencapai 13 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh,” ungkap Sekda.

Sementara itu, dalam rangka peningkatan dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh wilayah di Aceh, Pemerintah Aceh juga telah memulai pengembangan Rumah Sakit Rujukan Regional untuk meningkatkan pelayanan kesehatan rujukan di wilayah Barat, Selatan, Tengah, Utara dan Timur Aceh.

Pemerintah Aceh juga akan terus berupaya untuk menigkatkan mutu pelayanan kesehatan di seluruh Aceh.Dalam mewujudkan hal ini, salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan terus menerapkan dan memperkuat sistem pelayanan rujukan sesuai standar melalui upaya pengembangan sarana fisik diseluruh RSUD.

“Dan kita bersyukur,salah satu rumah sakit yang ditingkatkan atau dikembangkan melalui APBA tahun 2016 adalah RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli ini. Memperhatikan profil RSUD TChik Ditiro yang memiliki kapasitas 303 Tempat Tidur, dan kunjungan rata-rata per hari mencapai 700-900 orang tentunya membutuhkan penambahan dan pengembangan, terutama penyediaan sarana penunjang medis,” kata Dermawan.

Untuk tahap awal, sambung Dermawan, mulai tahun 2016 ini, Gubernur selaku Kepala Pemerintahan Aceh, mengalokasikan dana sebesar 20 millyar rupiah.

“Gubernur berharap, dalam tiga tahun, pembangunan gedung baru rumah sakit yang menelan dana sebesar Rp150 miliar ini akan selesai dan dilengkapi dengan alat kesehatan yang modern. Dengan dilaksanakannya pengembangan terhadap RSUD Tgk Chik Ditiro ini, maka sarana dan prasarana, tentu akan lebih memadai,” tambah Sekda.

Karena itu, Sekda berpesan agar seluruh pihak terkait bisa memastikan pembangunan ini berjalan lancar. Dengan demikian, tujuan Pemerintah Aceh untuk mensukseskan pembangunan bidang kesehatan dan tujuan meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat dapat segera terwujud.

“Selamat atas pengembangan RSUD Tgk Chik Di Tiro ini. Harapan kami, pembangunan Gedung baru RSUD ini dapat berjalan lancar, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah ini dapat terus ditingkatkan,” sambung Dermawan.

Reporter | Hidayat Pulo

Facebook Comments

Komentar

News Feed