oleh

Pemerintah Fokus Tingkatkan Profesionalisme Guru

hari-guru
Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Syahrul, SE, M.Si bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, MM dan Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. HM. Daud Pakeh, usai upacara memperingati HUT PGRI ke 71 dan HGN di Lapangan Blang Padang, Kamis, 1 Desember 2016. FOTO | Ist

Banda Aceh-Peningkatan profesionalisme guru menjadi salah satu dari lima agenda utama pembangunan pendidikan nasional. Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Syahrul, SE, M.Si pada Acara Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 71 dan Hari Guru Nasional (HGN) di Lapangan Blang Padang, Kamis, 1 Desember 2016.

Muhadjir menjelaskan, sejak ditetapkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, secara resmi guru dinyatakan sebagai pekerja profesional.

“Ini bukan berarti sebelum UU 14 tahun 2005 diundangkan para guru bekerja tidak secara profesional, namun arus diakui bahwa hingga kini profesionalisme guru di Indonesia masih belum memenuhi harapan,” kata Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, masih diperlukan upaya-upaya yang lebih keras agar pekerjaan guru di Indonesia betul-betul sebagai pekerjaan profesional di masa yang akan datang.

Pemerintah kata Muhadjir telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjungan khusus kepada guru yang sudah bersertifikat pendidik.

Pemberian tunjungan tersebut diharapkan berimplikasi nyata bagi perbaikan dan kompetensi kinerja guru, dibuktikan dengan peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa.

“Upaya yang dilakukan Pemerintah akan sia-sia belaka tanpa keinginan keras dari pihak guru,” kata Muhadjir.

Pemerintah lanjut Muhadjir juga terus melakukan beberapa kebijakan strategis untuk mambantu guru agar lebih profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi. Terkait distribusi guru yang belum merata di Aceh, Syahrul menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan terus berupaya untuk memetakan daerah yang masih kekurangan guru.

Dengan pemetaan tersebut, diharapkan distribusi guru di seluruh Aceh lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan di setiap daerah.

Acara Hut PGRI tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan Marching Banda Gita Handayani. Asisten Administrasi Umum juga melepaskan Grup Marching Band Gita Handayani yang akan berkunjung ke kabupaten/kota.

Reporter | Muzai Punteut

Komentar

News Feed