oleh

Pemko Banda Aceh Lanjutkan Program SIPBM

Share Button
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman.
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Banda Aceh-Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, kembali melanjutkan program sistem informasi pembangunan berbasis masyarakat (SIPBM).Jum’at, 29 Desember 2017, Walikota Banda Aceh, juga menggelar opening seremonial, di aula Balai Kota setempat.

Acara ini turut dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah, Asisten Administrasi Umum Setdako Banda Aceh M Nurdin beserta para Staf Ahli Wali Kota, Kepala SKPK, Camat, dan Keuchik di Lingkungan Pemko Banda Aceh.

Hadir juga mitra kerja sama program SIPBM yakni Direktur Katahati Institute Raihal Fajri dan Kepala Unicef Perwakilan Aceh Andi Yoga Tama, serta Kasubdit Advokasi Peraturan Desa Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Eppy Lugiarti.

Sebagai informasi, pada 2015 yang lalu, Pemko Banda Aceh bekerjasama dengan Katahati Institute dan didukung sepenuhnya oleh UNICEF melahirkan inovasi pengembangan SIPBM.

“Pada awal pelaksanaannya, ada sembilan gampong-satu kecamatan dipilih satu gampong- yang dijadikan sebagai proyek percontohan,” jelas Walikota.

“Dan pada akhir 2017 ini, Pemko Banda Aceh bekerjasama kembali dengan Katahati Institute dan juga didukung sepenuhnya oleh UNICEF akan melaksanakan lanjutan dari program SIPBM ini selama sembilan bulan ke depan, dengan tujuan memperluas wilayah pelaksanaan program. Kita targetkan 90 gampong dapat menerapkan SIPBM dalam proses perencanaan pembangunan, khususnya sektor pendidikan,” ujarnya.

Kedepan, diharapkan agar lanjutan program SIPBM dapat meliputi seluruh sektor dan seluruh gampong agar bisa dijadikan baseline bagi seluruh stakeholder dalam program pembangunan dan layanan bagi masyarakat.

“Kita semua berharap, lanjutan program ini akan berfokus pada pengumpulan data-data dari semua sektor khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan administrasi kependudukan dan administrasi gampong yang bersumber langsung dari gampong atau masyarakat,” harapnya.

“Semua sektor nantinya akan kita coba integrasikan ke SIPBM dan kita targetkan juga terintregasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK),” lanjutnya.

Pihaknya meminta seluruh stakeholder di Kota Banda Aceh untuk mendukung lanjutan program SIPBM di Kota Banda Aceh sehingga nantinya akan menghasilkan data utama atau data primer untuk setiap perencanaan pembangunan di Kota Banda Aceh,” pungkas Walikota.

Kabag Humas Setdako Banda Aceh T Taufik Mauliansyah menambahkan, secara sederhana SIPBM dapat dipandang sebagai pangkalan data dan informasi pembangunan yang dikembangkan berdasarkan partisipasi masyarakat.

“Misalnya saja, dari aspek pembangunan bidang pendidikan, SIPBM diharapkan dapat memberi gambaran tentang penduduk anak usia prasekolah (0-6 tahun) dan anak usia sekolah (7-18 tahun) yang memerlukan layanan pendidikan,”  kata Taufik.

“Melalui SIPBM kita bisa mengetahui di mana mereka berada, dan apa yang mereka lakukan dan mengapa tidak memperoleh layanan pendidikan, jarak ke sekolah, alat transportasi yang digunakan, dan informasi lainnya,” kata Taufik.

Dari aspek pembangunan bidang kesehatan dan bidang-bidang pembangunan lainnya, SIPBM diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kualitas hidup, seperti konsumsi garam beryodium, keberadaan, jarak dan penggunaan fasilitas kesehatan, hingga kepemilikan akte kelahiran dan kartu keluarga.

“Data dan informasi merupakan dasar dari penetapan dan penyusunan program serta kebijakan pembangunan yang terarah. Semakin akurat dan aktual data dan informasi yang dimiliki, maka akan semakin besar pula kemungkinan untuk menciptakan pelayanan yang tepat, cepat dan terbaik bagi masyarakat,” katanya lagi. [] Redaksi/Rill

Facebook Comments

Komentar

News Feed