oleh

Pemko Sambut Baik “Pemilu Berdaulat Negara Kuat”

Banda Aceh-Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, menyambut baik moto KPU Pusat yakni “Pemilu Berdaulat Negara Kuat”.Hal itu sebagaimana disampaikan Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin, Sabtu, 21 April 2018, pada kegiatan menyongsong 1 tahun menjelang pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh KIP Banda Aceh, di Taman Bustanussalatin (Taman Sari).

Zainal mengatakan, menjelang dilakukannya Pemilihan umum baik Pemilihan Legislatif maupun Pilpres, pihaknya menyambut atas moto yang digulirkan KPU Pusat.

Hanya saja, menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) KOta Banda Aceh ini, bagaimana caranya KIP maupun Panwaslu serta partai politik secara bersama-sama melakukan sosialisasikan

“Sehingga masyarakat tahu siapa caleg yang akan dipilih nama partai dan nomornya. Artinya Jika masyarakat tidak mengetahui masing-masing caleg dan nama partai dan nomornya bagaimana masyarakat dapat memilih.Ibarat kita memilih kucing dalam karung,” katanya.

Untuk itu, Zainal mengatakan, KIP, Panwaslu, Partai peserta pemilu dan Pemerintah berkewajiban ikut mensosialisasikannya. Artinya soasialisasi itu bukan dalam bentuk kampanye.

“Hanya memperkenalkan nama caleg dan nomor urut partainya. Tujuannya agar setiap informasi yang diterima dan dibaca oleh masyarakat bisa terus diingat begitupun terhadap pemilih pemula,” katanya lagi.

Masih menurut Zainal, semua itu dilakukan untuk menuju sebuah pemilu yang berkualitas, sehingga masyarakat bisa memahaminya dengan sebenarnya dan bukan sekedar dari mulut ke mulut.

“Kita harapkan KIP, Panwas, Partai politik, saling bekerjasama demi melahirkan sebuah pemilu yang berkualitas, juga dapat adil dalam pelaksanaannya jangan ada yang dianak tirikan.Sebab biasanya orang yang terzalimi itu justru diuntungkan,” katanya seraya berharap.

Ketua KIP Banda Aceh, Munawar Syah.(FOTO | HENDRA SUKMANA/PENAPOST.COM)
Ketua KIP Banda Aceh, Munawar Syah.(FOTO | HENDRA SUKMANA/PENAPOST.COM)

Ketua KIP Banda Aceh, Munawar Syah mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan proses pendataan disemua warga kota Banda Aceh secara dor to dor dan bertemu dengan warga guna memastikan warga terdaftar sebagai pemilih untuk pemilu 2019.

Ia menyebutkan, di Banda Aceh diperkirakan akan ada 589 TPS.Dimana setiap TPS dalam aturan KPU tidak boleh lebih dari 300 orang.Ini nantinya bertujuan untuk memudahkan peroses pemungutan suara.

“Nanti kita akan ada lima kotak suara dengan proses perhitungan suara, tentunya nanti ada 5 C pleno yang akan kita hitung. Makanya, dikurangi jumlah pemilih di setiap TPS.Ini juga dapat memudahkan partai politik untuk melakukan proses pengawasan hasil pemungutan suara disetiap TPS,” katanya.[]

Editor | Suandris

Komentar

News Feed