oleh

Peneliti LIPI Setuju Debat di Kampus, Asal Tak Ada Ajakan Memilih

00

Jakarta-Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengusulkan debat capres-cawapres digelar di kampus, bukan seperti biasa di hotel. Usulan diberikan dengan harapan orang-orang kampus bisa mengedukasi politik, asalkan akademisi dan mahasiswa yang hadir bukanlah partisan.

Peneliti senior LIPI Siti Zuhro setuju dengan usulan Dahnil. Menurut dia, pemilihan lokasi debat di kampus bukan untuk memaksa masyarakat maupun mahasiswa untuk memilih pasangan tertentu, melainkan melihat penyampaian dan bedah visi misi masing-masing paslon.

“Kalau menurut saya tidak apa-apa (debat di kampus). Jadi kan dia sedang memperdebatkan visi misinya, jadi bukan pilihlah saya (ajakan memilih salah satu paslon),” ucap Siti Zuhro di Anomali Coffe, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

Siti Zuhro menuturkan, terlebih masing-masing paslon memiliki tanggung jawab moral untuk menyosialisasikan visi dan misi mereka.

“Mereka itu punya tanggung jawab moral untuk mensosialisasikan visi misinya. Dan pemilih yang cerdas harus mendengarkan itu dan itu harus diwadahi, harus diberikan sarananya,” lanjutnya.

Dahnil sebelumnya mengusulkan format debat diubah dengan dilakukan di kampus dan dihadiri oleh akademisi. Ia beralasan jika pelaksanaan debat kandidat Pilpres di kampus, maka diskusi yang berlangsung lebih dinamis.

“Mas Arief (Ketua KPU), kami punya usulan di tim sudah kami bahas secara intens. Bagaimana kalau kemudian nanti yang dinamakan debat kandidat itu tidak lagi digelar di hotel, tapi gelar di kampus saja mas,” ujar Danhil saat mengisi Talkshow Interaktif Pemilu di Era Teknologi Digital: Peluang dan Tantangannya di Fisipol Universitas Gadjah Mada, Sabtu (20/10).[]

(Sumber | KUMPARAN.COM)

Komentar

News Feed