full screen background image

Pengalaman Akademik Mahasiswi Aceh di Deakin University

Share Button
Nurhafna

Nurhafna, saat menyerahkan piagam dari Deaking University, Melbourne, Australia, kepada Ketua Jurusan (kanan) dan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Islam, UIN Ar-Ranirry (kiri). FOTO | HIDAYAT PULO

Seperti pepatah bijak, jika ada dua hal yang baik dan buruk maka ambillah yang baik sebagai pembelajaran berharga dan buanglah hal yang buruk yang tidak berguna. Bahkan Al-Ghazali tokoh filsuf muslim juga menegaskan ‘Mencari Ilmu adalah jihad dan menyampaikan ilmu adalah ibadah’.

Setelah seminggu mengamati dan mengintip tentang segala hal yang bermanfaat dari negara Kangguru ini, penulis sangat takjub akan beberapa hal dari mulai di bandara harus mengantri sekitar 2,5 jam ambil bagasi dan menjalani pemeriksaan yang sangat ketat.

Banyaknya pengunjung dari berbagai Negara baik yang ingin melanjutkan pendidikan, bekerja, atau hanya sekedar traveler berwisatara sehingga membuat bandara Internasional Melbourne ramai dan sesak setiap harinya.

Banyaknya pengunjung setiap harinya ke Negara ini tidak terlepas juga dari kesiapan negara Australia yang siap menampung berbagai heterogen multikulturalisme dari berbagai negara. Makanya jarang sekali kita mendengar ada muslimah jilbaber yang dicibir ataupun mendapat perlakuan yang tidak senonoh disana.

Mereka sangat membuka diri kepada semua kalangan, baik muslim maupun agama lainnya. Sehingga, keberadaan umat beragama disana menjadi suatu aura positif tersendiri, bukan hal yang sensitif dan tidak perlu ditonjolkan di depan umum lantaran hal tersebut dianggap sebagai urusan personal.

Salah satu universitas yang penulis kunjungi bersama dengan mahasiswa lainnya diseluruh Indoesia ialah Deakin. Deakin University merupakan institut ternama di Melbourne, Australia dan masuk Top 50 Universitas di bawah 50 tahun dan mendapatkan nilai bintang lima oleh QS World Universirty Rangking. Sungguh pembelajaran akademik yang luar biasa bagi penulis dapatkan dan bersyukur karena berhasil mendapatkan kesempatan bisa singgah ke universitas ini.

Tidak hanya pengalaman akademik tapi juga pesan moril yang sangat bermanfaat, kesatuan saling membantu untuk maju bersama dalam akademik. Dalam sepekan berlalu menjelajahi pengalaman akademik di Deakin University dari bulan oktober lalu, rasanya belum cukup dan akan terus memantau hal-hal yang bermanfaat untuk bisa di bawa pulang ke Aceh tercinta.

Karna penulis merupakan perwakilan mahasiswa yang diutus langsung dari Aceh di bawah Kementerian Agama, Mora Scholarship Students Mobility Program 2016. Kegiatan ini diperuntukkan kepada seluruh mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk mengalami pengalaman akademik diluar negri sekaligus rekomendasi untuk post graduate yang ingin melanjutkan S2 disana tentunya dengan seleksi yang sangat ketat oleh pihak Mora (Ministry of Religious Affairs Indonesia).

Deakin merupakan surga universitas bagi mahasiswa Internasional, mahasiswa disini sangat dibantu helpfull oleh pihak universitas maupun dosen. Tidak ada satupun dosen di universitas ini yang akan menyulitkan mahasiswanya dalam menyelesaikan studinya.

Mereka akan membantu dengan sepenuh hati mulai dari penelitian hingga konsul pembelajaran bahkan hingga ke sistem akademiknya sangat mudah. Oleh karena itu pihak Deakin University sangat mendorong mahasiswa untuk lulus study nya tepat waktu. Kita jarang atau tidak akan menemukan mahasiswa yang lulus terlambat dalam menyelesaikan studinya.

Deakin tidak ingin jika ada mahasiswa yang tidak lulus. Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh para dosen dan pembimbing yang selalu memberikan bantuan akademik hingga konsultasi personal. Dari pihak mahasiswa, Deakin juga menyediakan Students Center, dimana corner ini menyediakan konsultasi gratis antara mahasiswa dengan mahasiswa lainnya.

Banyak mahasiswa yang menjadi relawan sebagai tentor untuk membantu mahasiswa lainnya atau diberi nama Students Helping Student. Bantuan ini bisa berupa apa saja baik private course yang tidak lulus atau curhatan masalah lainnya.

Penulis | Nurhafna Zakaria

Mahasiswi Program Study Aqidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.