full screen background image

Perempuan Aceh Harus Berani Tampil di Ruang Publik

Share Button
Ruang Publik

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Hj. Niazah A. Hamid, saat menghadiri Rapat Konsolidasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, di Anjong Mon Mata Komplek Pendapa Gubernur Aceh, Kamis, 25 Agustus 2016. FOTO | Ist

Banda Aceh-Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Hj. Niazah A. Hamid, meminta DWP untuk membuat program yang sifatnya mendorong keberanian perempuan Aceh agar lebih berani tampil di ruang publik. “Penting menjadi perhatian kita, sebab masih banyak perempuan Aceh yang kurang percaya diri untuk berkompetisi secara terbuka,” ujar Niazah saat membuka Rapat Konsolidasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, di Anjong Mon Mata Komplek Pendapa Gubernur Aceh, Kamis, 25 Agustus 2016.

Selain itu, Niazah yang juga istri gubernur Aceh tersebut, menyebutkan tingkat kekerasan perempuan di Aceh masih cukup tinggi. DWP, sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia harus berperan untuk langkah perlindungan bagi perempuan di Aceh. DWP, katanya, bukan sekedar wadah silaturrahmi bagi istri aparatur sipil negara, lebih dari itu, DWP harus terlibat aktif memperkuat program-program kesejahteraan keluarga dan perempuan Aceh.

Niazah menyebutkan, selain mempererat persaudaraan antar keluarga aparatur sipil negara, anggota DWP juga harus terlibat dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan untuk memajukan perempuan di daerah dalam rangka mendukung kelancaran tugas-tugas pembangunan yang dijalankan Pemerintah Aceh.

Ketua DWP Pusat, Wien Ritola Tasmaya, menyebutkan rapat konsolidasi merupakan moment penting untuk saling berbagi informasi sekaligus untuk pengembangan kualitas dan kapasitas dalam menjalankan peran sebagai pelaku ekonomi dalam keluarga. DWP Provinsi Aceh, kata Wien, merupakan salah satu organisasi yang sangat serius, tertib dan disiplin yang punya penilaian sangat bagus di tingkat nasional. “Semangat membangun DWP Aceh sangat besar. DWP Aceh menjadi salah satu inspirasi bagi kita di pusat,” ujar Wien.

Organisasi Dharma Wanita, kata Wien merupakan bagian dari masyarakat yang harus punya kualitas yang bagus untuk mendukung kerja birokrat di Aceh. Sebagai istri dari aparatur negara, anggota DWP harus kontribusi pada pembangunan bangsa. “Mari sama-sama terlibat membangun keluarga yang sejahtera, lingkungan kita, serta bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Samsiarni Darmawan, Ketua DWP Provinsi Aceh meminta agar seluruh anggota membekali diri dengan beragam pengetahuan agar dalam penyusunan program kerja DWP, hasilnya bisa lebih maksimal. “Melalui rapat konsolidasi yang diisi dengan seminar ini mari kita sama-sama membekali diri,” ujarnya.

Samsiarni menyebutkan organisasi DWP harus mendorong perempuan agar mandiri secara ekonomi dan punya pengetahuan luas. Istri Sekda Aceh Drs. Dermawan ini, menambahkan sebanyak 220 anggota DWP dari seluruh Kabupaten dan Kota se Aceh mengikuti rapat konsolidasi untuk memonitoring dan evaluasi sejauhmana kegiatan DWP baik yang dibuat pada tingkat pusat hingga provinsi diterapkan di tiap kabupaten dan kota.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM