full screen background image

[PILKADA BIREUEN] Koalisi NGO HAM Aceh Temukan Dugaan Money Politik

Share Button
politik-uang-seranga-sogokan

Spanduk bertuliskan politik uang. (ilustrasi) FOTO | AYOMAJU.INFO

Bireuen-Pilkada pemilihan serentak di Kabupaten Bireuen tahun 2017 yang berlangsung 15 Februari lalu, terendus kabar tak menyenangkan. Pasalnya, Koalisi NGO HAM Aceh, menemukan adanya praktik dugaan Money Politik (Politik Uang) oleh salah satu kandidat. Benarkah?

Kepada media pers, Ketua Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad, Sabtu, 18 Februari 2017, mulai membuka praktik demokrasi ‘buruk rupa’ di kota Juang, Kabupaten Bireuen. Bahkan, lembaga yang dinakhodainya itu telah melakukan penelusuran.

Alhasil, salah satu pasangan calon Bupati, diduga melakukan politik uang secara terang-terangan membuat serangan fajar melalui tim sukses untuk mendatangi warga sehari sebelum hari pencoblosan dan pada hari pencoblosan dengan memberikan uang Rp.100.000 kepada masyarakat untuk dapat memilih pasangan calon tersebut.

“Hampir semua keterangan yang kita peroleh dari masyarakat, orang yang membagi-bagikan uang itu sangat kita kenal, ini salah satu cara mereka menggunakan jaringan keluarga paslon Bupati tersebut. Ambil uang harus pilih paslon tertentu,” kata Zulfikar.

Dikatakannya, NGO HAM menemukan modus politik uang itu dengan mengumpulkan KTP masyarakat. Pada awal Februari lalu, salah satu kontestan Bupati yang diusung itu, mengumpulkan KTP masyarakat. Sedangkan calon itu jelas-jelas maju lewat partai yang tidak perlu lagi KTP.

“Bahkan masa pengumpulan KTP sebagai syarat calon bupati yang maju lewat jalur independan pun sudah lewat. Rupanya KTP itu terdapat list daftar nama masyarakat sebagai dokumen penerima uang seratus ribu dari salah satu calon itu,” ungkapnya.

“Kami menemukan yang kasih KTP dikasih uang Rp.100.000, uang itu diberikan satu hari sebelum pencoblosan dan pada hari pencoblosan, bahkan ada yang dikasih uang setelah pencoblosan,” tambahnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan data-data tambahan lainnya terkait temuan dugaan tersebut. “Hampir semua kecamatan kita temukan informasi bagi-bagi uang secara terang-terangan, bahkan masyarakat juga memberikan keterangan bahwa uang Rp. 100.000 seratus ribu itu untuk memilih calon itu,” katanya.

Begitupun, hingga berita ini diturunkan, media ini belum mendapat konfirmasi lebih lanjut dengan pihak terkait dugaan adanya praktik Money Politik (Politik Uang) sebagaimana disampaikan Koalisi NGO HAM Aceh.

[Penulis | CITIZEN JOURNALISM]
[Editor   | Suandris]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.