full screen background image

Plt. Gubernur Minta Panwaslih Netral Selama Pemilu

Share Button
Panwaslih

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Soedarmo, saat berkunjung ke Kantor Panwaslih Aceh, Jumat, 4 November 2016. FOTO | Ist

Banda Aceh-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Soedarmo, meminta Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh untuk berlaku netral selama gelaran Pemilu yang direncanakan berlangsung Februari mendatang. Ia juga meminta, agar Panwaslih Aceh meneruskan pesannya terkait kenetralan panitia pemilu kepada semua pengawas di lapangan.

“Kerjalah sesuai dengan frame yang sudah ada. Jangan coba-coba untuk tidak netral karena anda sudah disumpah dan jalankan secara konsisten,” ujar Soedarmo saat berkunjung ke Kantor Panwaslih Aceh, Jumat, 4 November 2016.

Soedarmo juga meminta agar seluruh jajaran komisioner panwaslih baik di tingkat provinsi mau pun kabupaten, tidak memihak pada salah satu calon.

Terkait dengan adanya kejadian-kejadian di yang merusak suasana demokrasi seperti pembakaran bendera partai serta perusakan baliho calon, Soedarmo meminta agar Panwaslih bekerjasama dengan aparat kepolisian. Semua laporan yang masuk kepada Panwaslih, haruslah diproses secepatnya.

“Jangan ada laporan yang tidak ditindaklanjuti. Cepat proses (selesaikan) semua masalah yang masuk dan jangan tunda-tunda,” pinta Soedarmo.

Soedarmo menyebutkan, dirinya bersama seluruh aparat keamanan selalu berada di barisan belakang Panwaslih. “Tidak ada lagi intimidasi sekarang. Saya ingin pemilu sukses dan damai,” sebutnya.

Sukses atau tidaknya pemilu, lanjut Soedarmo, sangat tergantung dari kerja Panwaslih dan KIP. “Sekarang ini, primadonanya adalah Panwaslih dan KIP. Karena itu, saya minta sekali lagi, kerjalah sesuai track (value) nya,” pintanya lagi.

Selain itu, Soedarmo juga meminta seluruh jajaran Panwaslih Aceh untuk berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja, untuk menertibkan seluruh atribut kampanye yang dipasang di tempat-tempat yang memang tidak diperbolehkan untuk pemasangan atribut.

Menjawab hal itu, Samsul Bahri, Ketua Panwaslih Aceh, menyebutkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Satpol PP. Karena, Panwaslih, ujarnya, tidak punya kewenangan menurunkan alat peraga, melainkan hanya punya kewenangan memberikan rekomendasi. Ia mengakui bahwa banyak alat peraga yang dipasang di tempat terlarang seperti di batang pohon.

Reporter | Zusdia Rahmi

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.