full screen background image

Polisi Tangkap Satpam yang Merampok Rp 50 Juta Milik Perusahaannya

Share Button
garis-polisi

ilustrasi-Police Line Do Not Cross. FOTO | DETIK.COM 

Pekanbaru-Polres Pekanbaru meringkus satpam perusahaan yang merampok uang Rp 50 juta milik perusahaannya sendiri. Satpam yang bernama Desmirwan (42), merampok uang milik PT Farika karena sakit hati dengan bos perusahaannya.

Waka Polresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi, menjelaskan, pengungkapan kasus ini tidak sampai 1×24 jam dari kejadian perampokan.

“Pelakunya adalah Desmirwan (42) Satpam di perusahaan PT Farika bergerak dalam bidang kontruksi,” kata Edy.

Edy menjelaskan perampokan ini terjadi pada Sabtu (10/6) pukul 19.30 WIB. Perampokan terjadi di Kantor PT Farika di Komplek Mal SKA.

Pelaku perampokan justru dilakukan Satpam yang bekerja di perusahaan itu sendiri. Pelaku, sore itu sudah pulang bertugas. Namun menjelang magrib dia balik lagi.

“Dia sudah mempelajari bagaimana caranya bisa masuk kantor. Caranya dia menunggu pembantu kalau sore hari membuang sampah. Saat itulah dia masuk ke dalam kantor,” kata Edy.

Ketika pembantu usai membuang sampah ke kembali ke kantor, kata Edy, pelaku sudah berada di dalam. Dia mengenakan kain sarung untuk menutup wajahnya.

“Waktu pembantu masuk dalam kantor, langsung sergap pelaku dan ditodong dengan pisau sangkur. Pembantu dipaksa ke lantai dua untuk menunjukkan brankas. Saat itu pelaku membongkar brankas dan mengambil uang yang ada sebanyak Rp 50 juta,” kata Edy.

Setelah itu pelaku pun meninggalkan lokasi. Pembantu kantor, seorang wanita melaporkan kasus perampokan tersebut di Polsek Tampan, Pekanbaru.

“Tim melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV. Walau pelaku menggunakan penutup wajah, tapi dari keterangan pembantu dari suara pelaku dan ciri-cirinya, mengarah ke Satpam tersebut,” kata Edy.

Sehingga kata Edy, belum sampai hitungan 24 jam, tim Polsek Tampan akhirnya berhasil mengungkap pelakunya. Tadi sore pelaku pun ditangkap bersama barang bukti uang Rp 50 juta yang disembunyikan.

“Tersangka mengaku nekat melakukan itu karena sakit hati kepada pemilik perusahaan dan mengaku terdesak ekonomi,” tutup Edy.

Sumber | DETIK.COM 

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.