full screen background image

Pos Damkar Asoe Nanggroe Tidak Difungsikan, Mengapa?

Share Button
Pos Damkar Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. FOTO | Hendra S

Pos Damkar Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. FOTO | Hendra S

Banda Aceh-Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) yang terletak di Gampong Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, dilaporkan tidak difungsikan.Bangunan tersebut dibangun Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) tahun 2014 lalu.

Geuchik gampong Asoe Nanggroe, Zulfahmi, mengatakan, bangunan tersebut telah dilakukan serah terima oleh Pemerintah Aceh kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh.Pos tersebut sebagai pos pembantu damkar, dalam mengatasi terjadinya musibah kebakaran di wilayah setempat dan sekitarnya.

Bahkan, ia mengaku pos damkar tersebut hanya berfungsi pada tahun 2016 saja. Sementara pada 2017, hingga kini tidak lagi difungsikan.Dirinya merasa prihatin atas tidak difungsikannya bangunan tersebut.

“Padahal pos damkar itu dibangun guna menciptakan rasa aman ditengah masyarakat, serta mengantisipasi lebih luas lagi ketika terjadinya musibah bencana kebakaran dirumah-rumah warga di sekitarnya,” katanya.

Ia juga menyayangkan atas tidak difungsikannya pos damkar yang telah dibangun menelan anggaran ratusan juta tersebut, hingga terkesan sia-sia dan terbengkalai.”Kami sudah pernah mempertanyakan hal tersebut kepada pihak pemadam, alasannya akibat kekurangan pegawai, karena dinas pemadam dibagi dua pegawainya dengan BPBD,” ujarnya.

Kepada Pemko Banda Aceh dalam hal ini instansi terkait Ia berharap agar segera dapat menangani persoalan tersebut, sehingga dapat menghindari rasa kekhawatiran warga dalam penanganan jika terjadinya musibah kebakaran.

Wakil Ketua Komisi A DPRK, Bidang Hukum dan Pemerintahan Kota Banda Aceh, Ismawardi Syarbini, saat diminta tanggapannya terkait persoalan tersebut pihaknya meminta instansi terkait untuk segera memfungsikan kembali penggunaan bangunan dimaksud.

“Aset milik daerah tersebut harus segera difungsikan, sayang bangunan tersebut tidak berfungsi, apalagi fungsi bangunan tersebut dibangun untuk kepentingan masyarakat,” pinta Ismawardi.

Menurutnya, terkait kurangnya pegawai di instasi tersebut, harus ada pemerataan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di pemerintahan kota Banda Aceh.”Kan banyak di dinas lain pegawai yang bisa diperbantukan ke Dinas Pemadam Kebakaran. Artinya, tidak ada istilah atau alasan yang namanya kekurangan pegawai,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil melakukan konfirmasi lebih lanjut dengan instansi terkait.Pesan singkat yang dilayangkan media ini kepada Kepala Pelaksana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh, Drs. Ridwan, belum dibalas.[]

Reporter | Hendra S

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.