full screen background image

Posko Diberondong, Mobil Relawan Dibakar

Share Button
kapolda-aceh-irjen-pol-rio-s-djambak

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak, meninjau Posko Pemenangan Rakyat Pidie cabup-cawabup nomor urut 2, Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhlullah TM Daud di pinggir jalan nasional, Gampong Ulei Cot Seumpeng, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Senin (6/3/2017). FOTO | ACEH.TRIBUNNEWS.COM 

Sigli-Senjata api menyalak lagi di Pidie. Kali ini Posko Pemenangan Rakyat Pidie milik pasangan calon bupati-wakil bupati Pidie nomor urut 2, Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhlullah TM Daud Senin (6/3) sekira pukul 00.30 WIB diberondong menggunakan senjata api laras panjang. Posko itu terletak di pinggir jalan nasional, tepatnya di Gampong Seupeng Ulee Cot, Kecamatan Peukan Baro, Pidie.

Posko itu diberondong dari jarak sekitar sepuluh meter dari arah sebelah kanan. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang mengenakan helm saat beraksi. Mereka berdiri di jalan gampong yang tembus ke Kecamatan Pidie. Suara rentetan senjata api itu sempat membangunkan warga sedang lelap tidur lantaran letak posko berdekatan dengan rumah penduduk.

Saat kejadian, sebelas orang tim sukses (timses) Abusyik berada di posko tersebut. Mereka adalah Iskandar AR (28), Muzakir M Ali (33), Muzakir (42), Mustafa (38), Musliadi (32), M Jamil (44), dan Azni Sastra Putra (48) yang sedang istirahat di dalam posko.

Sedangkan empat orang lagi, Saiful Bahri alias Raja Ubiet (45), Nurman (14), Hamdani M Adam (46), dan Fakhrurrazi (33) sedang berada di luar posko bermain catur.

Semua timses Abusyik tersebut selamat dari terjangan timah panas yang ditembakkan pelaku. Sedangkan sebelas bekas tembakan ditemukan polisi di Posko Abusyik. Antara lain, bekas tembakan di dinding, kaca jendela, tiang depan rumah, pot bunga, juga pada tong sampah yang terbuat dari fiber. Adapun dua bekas tembakan pada dinding dan kaca jendela posko tersebut ditembusi peluru.

Polisi menemukan tujuh selongsong dan tujuh proyektil peluru berkaliber 762 di lokasi posko. Selongsong ditemukan di luar pagar posko atau di jalan gampong. Ada pula proyektil yang bersarang di dinding posko.

Pasca insiden itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak didampingi Kapolres Pidie AKBP M Ali Kadhafi SIK, dan Dandim 0102 Pidie, Letkol Inf Usik Samwa P meninjau posko Abusyik.

Kapolda menyempatkan diri berbicara dengan timses Abusyik. Kemudian, polisi telah memasang police line di posko tersebut.

Hamdani M Adam yang saat kejadian berada di posko kepada Serambi, Senin (6/3) mengatakan, sebelum terjadi penembakan timses Abusyik menghadiri syukuran di Gampong Bluek Ulee Birah, Kecamatan Indrajaya, Pidie, enam kilometer dari posko. Syukuran tersebut turut dihadiri Abusyik.

Menurut Hamdani, seusai menghadiri syukuran sebelas timses Abusyik menuju Posko Pemenangan Rakyat Pidie atau disebut dengan Posko Seupeng terletak di pinggir jalan Banda Aceh-Medan. “Saat itu kami sedang asyik bermain catur di depan posko, tiba-tiba kami dengar rentetan senjata tiga kali dari arah sebelah kanan posko,” kata Hamdani.

Saat tembakan pertama, Hamdani memperkirakan itu cuma suara marcon. “Tapi Raja Ubiet bilang pada saya, itu suara senjata api, sehingga kami langsung tiarap di atas tanah. Setengah jam pascainsiden polisi pun datang ke posko untuk memberikan pengamanan,” kata Hamdani.

Mobil dibakar
Selain penembakan Posko Roni Ahmad (Abusyik) di Gampong Seupeng Ulee Cot, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, sekira pukul 01.00 WIB Senin (6/3), selang tiga jam kemudian terjadi pembakaran mobil oleh orang yang belum teridentifikasi sekira pukul 04.00 WIB, Senin (6/3).

Mobil yang dibakar itu salah satunya minibus Zebra carry warna hijau BL 775 PV milik Yunus Ismail (56) yang dibakar saat diparkir di garasi rumahnya, Gampong Mee Usi Tanjung, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

Mobil itu terbakar di bagian belakang sebelah kirinya, sehingga interior di dalam mobil ikut terbakar. Hingga kini polisi masih memburu pelaku.

Ikhwal kejadian itu, menurut sumber Serambi, Senin (6/3), berawal saat pemilik mobil Yunus (56) bersama temannya Zakaria (52) pulang dari melihat Posko Abusyik di Seupeng yang ditembak.

Selanjutnya, Yunus memarkirkan mobil di garasi di rumahnya dan beranjak tidur. Lalu sekira pukul 04.00 WIB Senin (6/3) ia terbangun mendengar suara kendaraan sepeda motor di depan rumahnya.

Lalu, ia ke luar dan melihat api sudah menyala dari belakang mobilnya. Kemudian ia meminta pertolongan warga sehingga dibantu masyarakat berhasil memadamkan api, sehingga mobil itu terbakar di bagian belakang persis di jok belakang sebelah kiri.

Beberapa interior di dalamnya juga ikut terbakar, sehingga peristiwa itu dilaporkan ke Mapolsek Mutiara Timur.
Kapolres Pidie, M Ali Kadhafi SIK ditemui di Seupeng, Senin (6/3) membenarkan peristiwa pembakaran satu unit mobil Zebra Carry itu. Kini barang bukti diamankan di Mapolsek Mutiara Timur.

Menurut Kapolres, pemilik mobil bernama Yunus merupakan salah seorang relawan tim Abusyik (paslon Bupati Pidie nomor urut dua). Mobil itu hanya terbakar di bagian belakangnya saja.

SUMBER | ACEH.TRIBUNNEWS.COM

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM