oleh

Presiden Upayakan Pencak Silat Dipertandingkan di Olimpiade 2024

Share Button
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Denpasar – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengupayakan cabang olahraga pencak silat dipertandingkan di Olimpiade pada 2024.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat menutup acara Kejuaraan Pencak Silat for The World: The 17 th World Championship and Festival yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Lila Bhuana, Kota Denpasar, Bali, Kamis.

“Di Asian Games pencak silat sudah masuk, Olimpiade 2020 sudah bisa masuk dalam eksebisi, tapi pada 2024 pencak silat sudah masuk dalam Olimpiade yang dipertandingkan,” kata Presiden Jokowi di hadapan sekitar 1.500 hadirin yang terdiri dari para atlet, pelatih, ofisial, dan penonton.

Ia menegaskan Pemerintah Indonesia akan mendukung untuk berbicara dengan pihak-pihak terkait di negara lain agar pencak silat dapat secara resmi dipertandingkan dalam ajang olahraga paling bergengsi sedunia; pencak silat.

Presiden Jokowi mengaku ingat salah satu judul film Indonesia yakni The Raid yang aktor-aktornya memang terkenal sebagai jagoan pencak silat.

“Sekarang mereka terkenal di dunia film internasional, memang sudah sepantasnya, sudah seharusnya pencak silat memiliki kiprah di dunia,” katanya.

Presiden Jokowi berharap, ke depan nantinya dari pencak silat dapat diambil hikmah bukan hanya ilmu beladirinya yang mendunia tapi juga nilai-nilai sikap ksatria, tidak sok jagoan, dan suka menolong orang lain.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengucapkan selamat kepada atlet-atlet yang memenangkan pertandingan di kelasnya masing-masing.

Ia juga mengajak kepada seluruh jajaran pengurus PB Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia yang baru terpilih secara demokratis untuk mengharumkan pencak silat di pentas dunia.

Kejuaraan Pencak Silat for The World: The 17 th World Championship and Festival kata Presiden, menjadi ajang silaturahmi antar negara sehingga sangat membanggakan Indonesia sebagai negara asal pencak silat ketika perwakilan 40 negara berkumpul mengikuti kejuaraan tersebut.

Menurut Presiden, meskipun berbeda bahasa dan bangsa tapi dapat saling berkomunikasi melalui pencak silat sebagai sebuah seni beladiri asal Indonesia yang terbukti mampu memperkuat mental dan karakter bangsa.

“Segala kepintaran, kehebatan, kalah dengan kesabaran, kalah dengan keikhlasan,” kata Presiden.

Sabar dan ikhlas merupakan nilai-nilai karakter yang terlandung dalam seni bela diri pencak silat.

Setelah memberikan sambutan dalam acara tersebut, Presiden kemudian menutup Kejuaraan Pencak Silat for The World: The 17 th World Championship and Festival dengan memukul gong didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Gubernur Bali Mangku Pastika, dan Presiden Persilat Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto yang menjabat sebagai Presiden Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat) sebelumnya mengukuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai “Pendekar Utama”.

Gelar tersebut diberikan atas sumbangsih Presiden Jokowi terhadap pembinaan dan pengembangan pencak silat di Indonesia.

SUMBER | ANTARA

Facebook Comments

Komentar

News Feed