oleh

Prosesi Khusus, Sultanah Putroe Dimakamkan di Kompleks Makam Sultan Aceh

Banda Aceh-Jenazah Yang Mulia Sultanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah, pewaris utama tahta Kesultanan Aceh, dimakamkan di kompleks makam Sultan Aceh Darussalam yang berada di samping Pendopo Gubernur Aceh di Banda Aceh, Rabu (6/6/2018) malam.

Sebelumnya, jenazah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung dibawa ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk dishalatkan.

“Tadi di Mataram berangkat sekitar pukul 14. 00 Wita, kemudian sampai ke Jakarta sekitar Pukul 15.00 Wib, dan baru tiba ke Bandara Sultan Iskandar Muda Pukul 21.00 Wib. Setelah dishalatkan di Masjid Raya, jenazah langsung dibawa ke Pendopo Gubernur,” kata Putroe Neng, Anak almarhum yang tinggal di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), usai pemakaman.

Sultanah Putroe Safiatuddin meninggal dunia pada usia 86 tahun di salah satu rumah sakit di Mataram, Rabu sekitar pukul 06.00 Wita. Almarmumah meninggalkan tiga anak perempuan dan satu laki-laki.

“Sebelum meninggal beliau sehat. Pada Selasa malam, (beliau) mengeluh pusing dan lemas sehingga kami bawa ke RSU untuk mendapat perawatan. Namun tadi pagi sekitar pukul 06.00 Wita meninggal,” kata Putroe Neng.

Proses pemulangan jenazah dan pemakaman Sultanah Putroe ditangani seluruhnya oleh Pemerintah Provinsi Aceh. Pemakaman digelar dengan prosesi adat pemakaman Raja dan Sultan Aceh.

Proses pembukaan liang kubur dilakukan secara bergantian oleh warga bersama keluarga. Jenazah ditandu di bawah helaian kain kuning saat diantarkan ke liang lahat.

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, perwakilan Pangdam Iskandar Muda serta ratusan keluarga dan warga Aceh turut mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir.

“Alhamdulillah proses pemulangan jenazah dan pemakaman sudah ditanggung oleh Pemerintah Aceh, dan ini langsung intruksi Gubernur,” kata Teuku Syamsi, sepupu dari Sultanah Putroe. “ini merupakan sebuah persembahan terakhir dari Pemerintah Aceh terhadap pewaris Kesultanan Aceh. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Aceh,” tambahnya kemudian.[]

(Sumber | KOMPAS.COM)

Facebook Comments

Komentar

News Feed