oleh

Puluhan Ormas Islam Di Aceh Dukung Fatwa MUI

aksi-untuk-ahok
Ratusan massa yang tergabung dalam 22 Ormas Islam di Aceh, saat menggelar aksi di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh. FOTO | Hidayat Pulo

Banda Aceh-Sebanyak 22 Organisasi masyarakat Islam, menyatakan dukungannya atas ‘Fatwa Penistaan Agama Islam’ yang telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dukungan tersebut dilakukan dalam aksi yang berlangsung, Jum’at, 21 Oktober 2016, di depan Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Aksi tersebut juga untuk mendesak pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjalankan fatwa MUI, guna menangkap dan mengadili Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, karena dianggap telah menistakan ajaran Agama Islam.

“Kami menuntut kepolisian untuk menangkap dan mengadili Ahok, kami tidak senang al-Qur’an dianggap sebagai pembohong, dianggap sebagai kita yang membodohi umat, ini adalah penghinaan bagi al-Qur’an dan umat Islam,” teriak salah seorang pengunjuk rasa saat menyampaikan orasinya yang disambut teriakan takbir ‘Allahu Akbar’ oleh ratusan massa yang tergabung dalam berisan tersebut.

Massa juga meminta agar menghormati perbedaan dengan tidak saling menghina agama, memecah belah umat, karena selama ini warga negara Indonesia hidup rukun antar umat beragama. “Jangan sampai kehadiran Ahok menyebabkan kerusuhan dimana-mana yang dapat merugikan umat,” teriak orator lainnya disambut takbir ratusan massa.

Pantauan wartawan, massa yang tergabung dalam 22 ormas tersebut mayoritas mengenakan pakaian putih. Awalnya massa berkumpul di masjid Baitul Makmur atau dikenal dengan masjid Oman Lampriet, Banda Aceh, lalu melanjutkan dengan aksi konvoi ke depan Masjid Raya Baiturrahman menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, bahkan ada juga yang menggunakan kendaraan roda tiga jenis becak.

Sampai didepan masjid raya, massa dengan tertib berdiri disamping jalan mendengarkan orasi yang disampaikan para orator, tuntutan mereka masih sama, yaitu menangkap dan memenjarakan Ahok yang telah melakukan penistaan terhadap agama Islam.

Reporter | Hidayat Pulo

Komentar

News Feed