full screen background image

Ramadan Akan Diwarnai Hujan, Ini Waktu yang Tepat Melihat Hilal Menurut BMKG

Share Button
Ramadhan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar jumpa pers terkait waktu yang tepat melihat hilal. (Foto | Jabbar/detikcom

Jakarta-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan turun pada bulan kemarau 2016 ini. Hal ini dipengaruhi oleh fenomena La Nina dan Indeks Dipole Negatif.

Kepala BMKG Andi Eka Sakya menyimpulkan bahwa pada bulan kemarau ini akan tetap diwarnai hujan sekitar bulan Juli-September. Sehingga disebut sebagai kemarau basah.

“Dan kondisi ini, secara keseluruhan kita bisa menyimpulkan tahun ini kita mengalami kemarau basah, kemarau dengan hujan di atas normal,” ujar Andi di Gedung Serbaguna, kantor BMKG, Jl. Angkasa 1, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016).

Maka, Andi melanjutkan, pada Bulan Ramadan yang akan dimulai pada 6 Juni hingga 6 Juli nanti pun diprediksi masih akan disertai hujan.

“Ramadan ini tidak panas, sejuk. Juga dikarenakan La Nina yang semakin besar. Di bulan Juni-Juli akan diwarnai hujan,” ujar Andi.

BMKG memprediksi bahwa hujan di bulan Ramadan nanti, biasanya akan turun menjelang sore hari.

Sementara dalam proses pengamatan munculnya hilal yang jadi penentu awal bulan Ramadan, BMKG menyarankan untuk lebih mengutamakan pengamatan dari wilayah timur Indonesia. Sebab, tidak semua di wilayah timur mempunyai curah hujan tinggi.

BMKG sendiri akan mengamati dari 16 titik dari mulai Aceh hingga Papua. Menurut BMKG, waktu yang baik untuk pengamatan hilal dilakukan pada tanggal 5 Juni atau hari Minggu.

Sumber | DETIK.COM

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.