oleh

Ratusan Peserta Hadiri Seminar BEM USM

Seminar
Peserta seminar yang dihelat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Serambi Mekah (USM) Banda Aceh, Selasa, 20 Desember 2016. FOTO | IST

Banda Aceh-Sekitar 200 orang dari perwakilan mahasiswa BEM se Aceh, Tokoh Pemuda/KNPI/Karang taruna, Tokoh Masyarakat dan Pengurus LSM/OKP, menghadiri seminar yang dihelat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Serambi Mekah (USM) Banda Aceh.

Seminar tersebut mengusungtema ‘Mencari Gubernur Aceh yang Berintegritas, Bersih dan Anti Korupsi Serta Kilas Balik Kepemimpinan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Muzakir Manafdi’ berlangsung Selasa, 20 Desember 2016, di aula USM Banda Aceh, dimulai sejak pukul 09.15 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Kegiatan seminar terkait pelaksanaan Pilkada Aceh 2017 itu menghadirkan para narasumber yang terdiri dari Wakil Rektor Universitas Serambi Mekah, Dr.Jalaludin S.Pd., M.Pd, Dosen Universitas Muhamadiyah Banda Aceh, Sanusi Madli, Ketua KNPI Banda Aceh dan Hasnanda Putra.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Universitas Serambi Mekah, Dr.Jalaludin S.Pd., M.Pd menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan seminar, yakni untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan mahasiswa tentang arti penting Pilkada dalam memilih pemimpin daerah yang berintegritas, bersih dan anti korupsi.

“Maksudnya adalah untuk mengevaluasi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh sebagai penilaian dalam pertimbangan memilih Kepala Daerah Aceh yang lebih baik dan terbebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN),” katanya.

Selain itu, sambung dia, harus diberikan pemahaman dan informasi tahapan Pilkada Aceh yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang, sehingga terpilih pemimpin yang amanah dan sesuai dengan harapan mahasiswa dan masyarakat Aceh.

“Pemilihan kepala daerah secara langsung atau lazim disebut Pilkada, tak hanya menjadi fenomena perintah Undang-Undang Dasar 1945, namun telah menjadi suatu kebutuhan bagi rakyat untuk mewujudkan pemerintahan lokal yang demokratis, berpihak pada masyarakat, aspiratif, dan memiliki legitimasi,” sambungnya.

Menurutnya, Pilkada seakan menjadi rangkaian lanjutan pesta demokrasi yang diharapkan mampu menjadi pengulang sukses peralihan kekuasaan secara konstitusional di Indonesia.

“Pengertian demokrasi sendiri secara sederhana tidak lain adalah suatu sistem politik dimana para pembuat keputusan kolektif tertinggi (Gubernur dan Wakil Gubernur) dalam sistem itu dipilih melalui pilkada yang adil, jujur, dan berkala,” ujarnya.

Ia menambahkan,, meskipun fungsi utama dari pemilu sebenarnya bukanlah untuk melaksanakan kedaulatan rakyat dalam pengertian yang langsung dan hakiki, namun pemilu lazimnya dikaitkan dengan fungsi pelaksanaan kedaulatan rakyat.

“Pemilu mempunyai fungsi sebagai sarana legitimasi politik. Melalui pemilu, keabsahan pemerintahan yang berkuasa dapat ditegakan, begitu pula program dan kebijakan yang dihasilkan,” ujarnya.

Presiden Mahasiswa Serambi Mekah, Ulil Asmi menyampaikan bahwa Gubernur Aceh tugasnya mengatur sistem pemerintahan daerah dari perencanaan program daerah, anggaran, pengaturan sistem pemerintahan dengan mengangkat dan memutasikan jabatan pejabat di daerah kekuasaanya menjadi kewenangan kepala daerah tersebut, sehingga Gubernur bersama Wakil Gubernur memiliki posisi strategis dalam men-tata kelola pemerintahan ke arah pemerintahan daerah yang “good governance”.

“Namun di sisi lain, apabila Gubernur bersama Wakil Gubernur tidak mampu mengelola daerah dengan baik, maka kehancuran daerah tersebut hanya menunggu waktu untuk itu harapan kita sebagai masyarakat Aceh dan mahasiswa untuk memilih pemimpin yang layak dan teruji,” ujarnya mengajaknya.

Untuk itu, dia menyampaikan penting rasanya mahasiswa dan masyarakat Aceh untuk lebih memahami arti penting Pilkada sebagai proses memilih pemimpin daerah yang berintegritas, bersih dan anti korupsi serta dapat menilai secara bijaksana kepemimpinan Kepala Daerah saat ini untuk menjadi pertimbangan dalam memilih Kepala Daerah pada Pilkada Aceh tahun 2017.

“Oleh karena itu, kami menyelenggarakan seminar Pilkada 2017 dengan tema “Pilkada Aceh 2017 Mencari Gubernur Aceh yang Berintegritas, Bersih dan Anti Korupsi,” ujarnya. (Rel)

Facebook Comments

Komentar

News Feed