full screen background image

Rektor UIN Dukung Penuh Konversi Bank Aceh ke Syariah

Share Button
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA/Foto | KLIKKABAR.COM

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA/Foto | KLIKKABAR.COM

BANDA ACEH-REKTOR UIN Ar-Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, menyatakan, selaku insan akademis, dirinya mendukung penuh upaya konversi PT Bank Aceh dari sistem konvensional ke syariah. Aceh dikatakannya, merupakan provinsi yang menegakkan syariat Islam secara kaffah.

Ini artinya syariat Islam tidak hanya menyangkut persoalan ibadah ke ibadah, tetapi juga menyangkut semua aktivitas kemasyarakatan, termasuk perbankan dan aktivitas ekonomi lainnya. “Wacana sudah ada. Kita sebagai orang kampus juga turut memberi dukungan kepada Pemerintah dan kepada Bank Aceh untuk mempercepat proses konversi. Dasarnya (qanun) sudah ada, keinginan pun sudah ada, saya rasa tidak ada lagi alasan untuk berlama-lama,” kata Farid Wajdi, Kamis (28/1).

Ia juga mengajak semua pihak untuk mempermudah proses konversi, tetapi tetap dengan aturan yang berlaku. Misalnya terkait dengan kepengurusan bank. Menurut Farid Wajdi, calon pengurus Bank Aceh Syariah tidak perlu dari luar bank, karena bisa memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalam Bank Aceh.

“Jadi tidak perlu lagi proses yang panjang-panjang dan bertahun-tahun, ini tidak perlu lagi. Sekaranglah saatnya. Jangan buang-buang waktu lagi. Karena kalaupun ditunda ke tahun depan, akan seperti ini juga kejadiannya,” pungkas Rektor UIN Ar-Raniry tersebut.

Terkait dengan pandangan publik, diakuinya akan timbul beragam pandangan. Tetapi dia menegaskan kalau itu bukanlah persoalan. “Apabila sekarang mau dipercepat pelaksanaan konversi, besok pasti sudah selesai,” imbuh Farid Wajdi.

Ia juga tidak mempermasalahkan apabila nama ‘Syariah’ tidak dimunculkan dalam penabalan nama Bank Aceh, sebab semua aturan dan operasional di dalamnya sudah memakai sistem syariah. Bahkan ia khawatir, penabalan nama ‘Syariah’ justru akan membuat kesan konversi berjalan setengah-setengah, karena akan menimbulkan kesan bahwa bank konvensional masih ada.

Sumber | TRIBUNNEWS.COM

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM