full screen background image

Ribuan Warga Israel Demo Mendukung Tentara Penembak Mati Warga Palestina

Share Button
Foto | Zaki Alfarabi/detikcom

Foto | Zaki Alfarabi/detikcom

Tel Aviv – Ribuan warga Israel menggelar aksi demo di pusat kota Tel Aviv untuk menyerukan pembebasan seorang tentara yang menembak mati seorang warga Palestina yang terluka.

Tentara Israel itu, Sersan Elor Azria menembak kepala seorang warga Palestina yang terluka dan tergeletak di tanah, setelah ditembak tentara-tentara Israel lainnya saat ikut serta dalam aksi penikaman pada 24 Maret lalu. Tembakan di kepala itu menewaskan Abdul Fatah al-Sharif, pemuda Palestina berumur 21 tahun tersebut. Kejadian tersebut terekam dalam kamera video yang telah menyebar luas di publik Israel.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/4/2016), unjuk rasa yang digelar pada Selasa, 19 April waktu setempat itu diikuti oleh sekitar 5 ribu orang. Dalam aksi tersebut, massa membawa bendera-bendera Israel dan meneriakkan dukungan untuk Azria. Sejumlah demonstran tampak membawa banner bertuliskan “Bebaskan Elor”.

Nava Boker, anggota parlemen dari partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang ikut dalam aksi demo itu, menyebut Azria telah menjadi kambing hitam.

“Pada akhirnya, pesan bagi para tentara harusnya jelas — seorang tentara yang melumpuhkan seorang teroris, bahkan jika dia keliru, seharusnya tidak dipenjara,” cetusnya.

Azria didakwa atas pembunuhan dan perilaku tak pantas terkait insiden 24 Maret di kota Hebron, Tepi Barat tersebut. Jika terbukti bersalah, tentara Israel itu terancam hukuman penjara maksimum 20 tahun.

Berdasarkan jajak pendapat bulan lalu, sekitar 57 persen warga Israel menganggap Azria seharusnya tidak ditangkap.

Para pengacara Azria mengatakan, klien mereka melepaskan tembakan karena dia khawatir warga Palestina itu menyembunyikan bom. Namun menurut jaksa penuntut umum, aksi Azria merupakan penembakan ilegal yang dipicu karena pembalasan dendam.

SUMBER | DETIK.COM

Facebook Comments