oleh

Rp 14,4 Juta Per Tahun untuk Satu Keluarga Penyandang Disabilitas

Share Button
penderita-disabilitas-berat
Foto Empat Adik Kakak Penderita Disabilitas Berat,masing-masing Lonis (35) Ebit(33) dan adik paling bungsu Nigar (31)tahun,warga Desa Barati,Kecamatan Pamona Tenggara, Poso. FOTO | KOMPAS.COM 

[clickToTweet tweet=”Rp 14,4 Juta Per Tahun untuk Satu Keluarga Penyandang Disabilitas” quote=”Rp 14,4 Juta Per Tahun untuk Satu Keluarga Penyandang Disabilitas”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Poso-Dinas Sosial Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, memastikan bantuan dana asistensi dari Kementerian Pusat RI untuk satu keluarga penyandang disabilitas berat berjalan lancar.

Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh pihak Dinsos Poso terkait kondisi satu keluarga penderita lumpuh layu yang ada di Desa Barati, Kecamatan Pamona Tenggara yang semakin memperihatinkan.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Dinsos Kabupaten Poso Jamaludin Yusuf mengakui, dana bantuan kementerian pusat terhadap para penderita disabilitas berat mulai bergulir sejak yahun 2008 silam sampai sekarang.

Menurut dia, penyaluran dana asistensi pusat tersebut telah ditentukan sesuai hitungan per kepala sebesar Rp 300.000 untuk setiap bulan dan diterima setiap empat bulan sekali disalurkan melalui kantor setempat.

Dia menjelaskan, untuk keempat orang penderita disabilitas berat akan menerima Rp 3,6 juta yang dikirimkan empat bulan sekali menjadi sekali dalam setahun. Setiap tahun total bantuan yang diterima berjumlah Rp 14,4 juta dan akan dikirimkan pembayaran dari tahun 2008-2016.

Dia menuturkan, selain bantuan dana asistensi pusat berjalan lancar, pihak Dinsos kabupaten Poso juga secara rutin memberikan bantuan berupa sembako dan keperluan lainnya.

“Sejak tahun 2008 sampai sekarang bantuan dari kementerian pusat dan Dinsos Poso terus berjalan. Saya belum lama ini juga langsung mendatangi rumah (keluarga tersebut). Kalaupun ada keterlambatan, biasanya terkendala pada sistem pengiriman yang ada pada kantor Poso, mengingat lokasi yang berada di wilayah terpencil,” ungkap Jamal.

Sementara itu, Bantua Burungudju (70), ayah dari empat kakak beradik penderita lumpuh layu atau disabilitas, tersebut mengaku telah menerima bantuan dari Kementerian Sosial selama ini.

Bantua mengaku bersyukur, namun dia masih mengharapkan adanya bantuan atau uluran tangan dari Pemda setempat, seperti kebutuhan sembako.

“Secara rutin 4 bulan sekali memang ada bantuan dari pusat sebesar Rp 3,6 juta. Kalau didengar jumlahnya cukup besar, tetapi jumlah seperti itu tentu sangat terbatas dalam menanggung satu keluarga, apalagi saya sama sekali sudah tidak bisa beraktivitas lain selain mengurus 4 anak saya,” ungkap Bantua.

SUMBER | KOMPAS.COM 

Facebook Comments

Komentar

News Feed