full screen background image

[RSUD MUYANG KUTE] Buruk Wajah Cermin Dibelah

Share Button
suandris

Suandris Zetha

AKSI mogok kerja dokter serta perawat Rumah Sakit Umum Daerah Muyang Kute, Kabupaten Bener Meriah, Jum’at, 3 Maret 2017, berdampak terganggunya pelayanan kepada masyarakat di daerah itu untuk berobat di rumah sakit berplat merah tersebut.

Pertanyaannya, apakah ada yang lebih buruk wajah birokrasi yang berfungsi melayani masyarakat, ketika warga begitu membutuhkan pelayanan justeru tidak dapat terlayani dikarenakan ketidak tersediaan obat hingga berujung pada aksi mogok kerja?

Sekilas, aksi yang dilancarkan para medis itu dengan dalih belum menerima bayaran hak pendapatan mereka selama enam bulan. Akibatnya, warga yang berniat untuk berobat terpaksa kembali pulang kerumah atau pergi kerumah sakit lain.

Tidak menunggu lama atau hanya berselang hitungan jam, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Rusli M. Saleh mencopot Direktur RSUD Muyang Kute, dr. Elisa Lisikmiko.

Mengapa tragedi kemanusiaan pelayanan masyarakat itu sampai terjadi? semua pihak yang terkait saling lempar tanggung jawab dan terkesan ogah disalahkan. Apakah pemerintah tidak ada anggaran untuk membeli obat dan membayar gaji petugas medisnya?

Mustahil memang dan tidak masuk akal, jika anggaran untuk membeli obat dan membayar gaji petugas medisnya tidak ada. Lalu apa sesungguhnya yang terjadi? Berbagai penilaian publikpun bermunculan atas terjadinya peristiwa yang menyayat nurani itu, mulai dari ketidak becusan penatalaksanaan sampai ketidak beresan dalam realisasi anggarannya hingga terpakainya anggaran itu untuk kepentingan lain.

Tak ada jalan lain agar preseden buruk ini jangan berulang kembali, kasus ini harus dibuka secara terang dan jelas, penegak hukum dan instansi berwenang harus segera mengungkap dibalik peristiwa yang menimpa rumah sakit daerah itu.

Bak kata pepatah buruk wajah cermin dibelah, bukan cermin yang salah tetapi wajah birokrasi yang tidak transparan dan tidak akuntabel serta penggunaan kekuasaan dengan diskresinya ‘semau gue-lah’ yang menjadi biang keroknya. Sehingga cermin memantulkan keburukan birokrasi. [REDAKSI]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM