full screen background image

Ruang Publik di Banda Aceh: ‘Internetan Boleh Seharian, Shalat Tetap Number One’

Share Button
WiFi gratis Taman Sari

Salah satu titik yang menyediakan fasilitas WiFi gratis adalah Taman Sari yang terletak di depan balai kota (Foto | Agus Setyadi/detikcom

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menghadirkan nuansa baru di beberapa tempat wisata. Pengunjung yang berkunjung ke sana, selain untuk sekadar refreshing juga dapat menikmati layanan internet gratis. Salah satu titik yang menyediakan fasilitas WiFi gratis adalah Taman Sari yang terletak di depan balai kota. Di sana, sebuah tempat duduk lengkap dengan meja dan colokan untuk mengisi ulang baterai disediakan. Pengunjung yang ingin mengakses internet cukup membawa perangkat seperti laptop atau smartphone.

Tempat yang diberi nama Taman Digital Kota Banda Aceh itu diresmikan pada 29 Juli 2010 silam. Warna merah khas Telkom mendominasi lokasi tersebut. Setiap hari, beberapa pengunjung terlihat mengakses internet melalui WiFi yang disediakan di sana. “Sekarang pengelolaannya oleh Telkom bekerjasama dengan Pemko Banda Aceh,” kata Kabag Humas Pemko Wirzaini Usman, kepada detikcom, Selasa (12/4/2016).

Fasilitas WiFi yang disediakan yaitu gratis dan berbayar. Pelanggan yang ingin mengakses secara berbayar harus login terlebih dulu dengan menggunakan voucher yang disediakan Telkom.
Menurut Wirzaini, hingga kini sudah 12 titik ditempat wisata dan terminal yang terpasang fasilitas WiFi. Di antaranya yaitu dua titik di Taman Sari, empat titik di PLTD Apung, tiga titik di Pelabuhan Ulee Lheue, dan tiga titik di terminal Batoh.

“Rencananya selanjutnya (pemasangan WiFi) di Hutan Kota Tibang,” jelasnya.
Meski di sana dapat mengakses seharian, tapi ada imbauan yang harus ditaati. Sebuah spanduk bertuliskan “Internetan Boleh Seharian, Shalat Tetap Number One!” terpasang di Taman Sari.

Beberapa waktu lalu, Camat Baiturrahman Banda Aceh bersama Forum Komunikasi Kepemudaan Baiturrahman (Fokbar) mengeluarkan imbauan di antaranya berisi larangan penggunaan WiFi mulai pukul 18.30 WIB atau masuk waktu salat Maghrib hingga usai salat Isya.

Foto: Agus Setyadi/detikcom

Foto: Agus Setyadi/detikcom

Ketua Fokbar Bambang Supriadi mengatakan, larangan tersebut dikeluarkan karena banyak warga yang resah melihat banyak pengguna WiFi yang meninggalkan salat. Bahkan, saat masuk waktu salat Magrib, mereka masih berkumpul di taman yang terletak di depan Balai Kota.

“Ini menjadi sebuah pemandangan yang tidak mencerminkan sikap sesungguhnya umat Islam dan bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam. Untuk itu, kita meminta agar saat waktu salat tiba, fasilitas ini tidak digunakan,” kata Bambang, dalam rilis yang dikirim ke media, Selasa (29/9/2015).

Sementara Camat Baiturrahman Rizal, mengatakan, fasilitas WiFi yang disediakan sebenarnya sangat bermanfaat bagi para pelajar dan mahasiswa karena membantu mereka dalam hal pengetahuan. Menurutnya, imbauan itu dikeluarkan berawal dari keresahan masyarakat terhadap penggunaan fasilitas WiFi gratis di Taman Sari.

“Namun waktu salat harus diutamakan. Ini sejalan dengan imbauan Wali Kota yang dikeluarkan beberapa waktu lalu yang isinya meminta semua aktifitas warga harus berhenti 10 menit jelang waktu salat tiba,” kata Rizal.

Banda Aceh merupakan salah kota yang dilintasi Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa) Telkomsel, perjalanan dari Sabang dan Merauke sejauh 8.500 km. Dua buah drone berukuran besar dengan bentangan sayap hingga 2,4 m diterbangkan secara bersamaan, menempuh Jalur Barat (Elang Barat) dan Jalur Timur (Elang Timur) Indonesia. Elang Barat memulai perjalanan dari Sabang, Kamis (14/4) kemarin dan akan menempuh beberapa kota di antaranya Medan, Palembang, Tasikmalaya, Yogyakarta dan Malang. Sementara Elang Timur, akan berangkat dari Merauke dan bergerak melewati Sorong, Ambon, Manado, Banjarmasin, Makassar, dan Labuan Bajo.

Selama program, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel kewww.telkomsel.com/elangnusa, sehingga masyarakat dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun recorded.

Di akhir perjalanan, pada pertengahan Mei, kedua drone akan bertemu dan mendarat di Denpasar. Ayo ikut Ekspedisi Elang Nusantara dan jadilah saksi keindahan Bumi Indonesia.

Sumber | DETIK.COM

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM