full screen background image

[Sambut Ramadhan] Forkompinda Banda Aceh Keluarkan Seruan Bersama

Share Button
seruanbersama.ramadhan1437

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadahan 1437 H dan melaksanakan syariat Islam secara kaffah sesuai dengan Undang-undang No.44 tahun 1999 dan Undang-undang No.11 tahun 2006 serta Qanun No.11 tahun 2002, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Banda Aceh mengeluarkan seruan bersama. (Foto | Ist)

Banda Aceh–Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadahan 1437 H dan melaksanakan syariat Islam secara kaffah sesuai dengan Undang-undang No.44 tahun 1999 dan Undang-undang No.11 tahun 2006 serta Qanun No.11 tahun 2002, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Banda Aceh mengeluarkan seruan bersama.

Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, Kamis, 2 Juni 2016, menyampaikan, seruan bersama yang ditandatangani oleh Delapan unsur pimpinan daerah, yakni, Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, Ketua DPRK Arief Fadhillah SI Kom, Dandim 0101/BS Kolonel Inf Riswanto, Kapolresta Banda Aceh Kombes T Saladin SH , Ketua MPU Banda Aceh Drs Tgk H A Karim Syeikh MA, Ketua Mahkamah Syar’iyah Drs Misran SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh H Sulthoni SH MH dan Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Husni Thamrin terdiri dari 10 poin.

Dia mengatakan, ada beberapa poin penting yang diatur dalam seruan bersama tersebut, diantaranya pada poin Enam, pemilik warung dan kedai makanan/minuman dilarang menjual makanan/minuman untuk umum sejak pukul 05.00 s/d 16.00 Wib. Mereka juga dilarang membuka warungnya ataupun restoran mulai shalat Isya sampai selesai shalat tarawih.

Pada poin tujuh, pengusaha billyard, play station dan hiburan lainnya dilarang membuka usahanya selama bulan suci Ramadhan. Kemudian pengusaha salon hanya dibolehkan membuka usahanya sejak pukul 09.00 s/d 16 Wib dengan tetap menjaga ketentuan sebagaimana tercantum dalam Surat Izin Usaha Salon. Untuk pengusaha Hotel dan Kafetaria dilarang menyediakan makanan dan minuman di siang hari, dilarang menggelar karaoke, disko dan sejenisnya selama bulan suci Ramadhan.

Pada poin sembilan, bagi masyarakat non muslim diminta untuk menghormati pelaksanaan ibadah puasa dalam rangka pembinaan toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama demi terwujudnya kesatuan dan persatuan bangsa.

Pada poin Sepuluh, Warga Negara Asing (WNA) yang berada di wilayah Kota Banda Aceh dihimbau untuk mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku selama bulan suci Ramadhan.

Dalam seruan ini juga dihimbau kepada kaum muslimin agar dalam bulan Ramadhan dapat memakmurkan masjid, meunasah dan tempat ibadah dengan melaksanakan shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, I’tikaf dan ibadah lainnya semata-mata karena Allah.

“Kaum muslimin juga diminta memperbanyak kegiatan dakwah dengan selalu memelihara ukhuwah Islamiyah, kerukunan, keamanan dan persatuan bangsa,” ungkap Illiza sambil memperlihatkan lembaran seruan bersama tersebut.

Kepada rekan-rekan media, diminta mempublikasikan seruan bersama kepada masyarakat luas dan diminta meningkatkan siaran dan terbitan yang lebih banyak bernuansa Islami selama bulan suci Ramadhan.

“Mungkin lebih detailnya, masyarakat dapat melihat lembaran seruan bersama ini di tempat-tempat umum di Gampong-gampong dalam wilayah Kota Banda Aceh, karena seruan ini dibagikan melalui Keuchik untuk dapat di sosialisasikan,” tambah Wirzaini.

Reporter | Hidayat

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.