oleh

Sedih! Masih Ada Warga yang Tinggal di Gubuk Seperti Ini

tinggal-di-gubuk
Gubuk tempat tinggal Kek Amat dan cucunya yang sangat tidak layak. FOTO | POJOKSATU.ID 

Langkat-Kesulitan ekonomi menghimpit kehidupan Ahmad Efendi atau sering disapa Kek Amat. Pria berusia 63 tahun ini harus berjuang keras membesarkan 4 orang cucunya di dalam gubuk yang sangat tak layak.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mencari ikan. Terkadang ia juga memperbaiki jam Warga, jika ada yang minta tolong untuk diperbaiki.

Setidaknya, sudah 6 tahun ia melewati kesusahan ini bersama cucunya. Sejak orang tua mereka bercerai, 6 tahun lalu.

Warga Lorong Cempaka, Kampung Dalam, Desa Sei Siur Pangkalansusu Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ini tinggal di rumah yang tak layak untuk dihuni.

Berdinding tepas yang tak utuh, ditempel spanduk-spanduk usang dan beratap seng seadanya. Berukuran sangat kecil. Mustahil rasanya rumah sekecil itu ditinggali oleh 5 orang.

Sementara di dalamnya, terlihat tumpukan-tumpukan plastik. Apalagi kalau bukan hasil jerih payah cucunya, yang sehari-hari berjuang untuk memulung sampah.

Informasi ini sampai ke redaksi pojoksumut.com dari Yayasan Tangan Kanan. Yayasan ini awalnya mendapat informasi dari relawan di lapangan.

“Awalnya kita dapat info dari relawan. Setelah itu kita survey ke lokasi, kemudian kita adakan rapat internal. Setelah itu kita putuskan untuk membantu kakek ini,” ujar Cahyo Pramono, Yayasan Tangan Kanan/ The Right Hand Foundation, Kamis (15/12/2016).

Cahyo menjelaskan, Yayasan Tangan Kanan/ The Right Hand Foundation membuka rekening untuk menyalurkan bantuan ke Kek Amat, untuk program bantuan Kek Amat ini dinamakan Call 49. Untuk saat ini, sudah terkumpul dana sebesar Rp. 37.559.844.

“Terimakasih banyak atas dukungannya. Insya Allah kita perlu Rp. 16jt lagi,” ujarnya.

Cahyo menjelaskan, dana yang terkumpul ini nantinya akan diperuntukkan: Membongkar Gubuk, Membangun Rumah Sederhana Sehat, Menyambung Listrik dan Air Bersih
serta Menyelesaikan pembebasan tanah.

Akhir minggu ini akan dibuat kontrak dengan tukang dan langsung kerja awal minggu depan.

Ia juga menambahkan, “kita sangat senang, jika ada bapak ibu sahabat yang berkenan menambah dukungan untuk keperluan lain seperti pembelian kelengkapan isi rumah, seperti tempat tidur, lemari pakaian, kelengkapan dapur, kursi dan meja makan, dan lainnya. Atau juga kelengkapan sekolah cucu Kakek Ahmad,” ujarnya lagi.

Bagi yang berkenan ikut menyelesaikan panggilan ini bersama-sama, silahkan transfer ke Rekening a.n. YAYASAN TANGAN KANAN

Bca 8280 2595 95 Mandiri 105 00 95 85 75 65 Bank syariah mandiri 7707 47 57 67

Selain Call 49, program Call 50 juga sedang berjalan untuk Gempa Pidie Jaya-Aceh. Saat ini sudah ikut tim medis RS. Accuplast Medan, dana terkumpul Rp. 22.500.000.

Malam ini (15/12/16) akan dikirim 2 ton beras untuk korban. Dan untuk saat ini Call 50 dinyatakan ditutup.

Berikut foto-foto kondisi gubuk yang selama ini ditempati Kek Amat bersama cucunya:

 

 

gubuk-kek-amat
Gubuk tempat tinggal Kek Amat dan cucunya yang sangat tidak layak. FOTO | POJOKSATU.ID 
gubuk-kek-amat2
Gubuk tempat tinggal Kek Amat dan cucunya yang sangat tidak layak. FOTO | POJOKSATU.ID 

SUMBER | POJOKSATU.ID 

Facebook Comments

Komentar

News Feed