full screen background image

Sejumlah Fasilitas Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Mahasiswa Segel Asrama Putra Abdya

Share Button
Segel Asrama

Mahasiswa dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Banda Aceh, Selasa, 7 Maret 2017, usai menyegel asrama putra tersebut yang berlokasi di Gampong Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. FOTO | IST

Banda Aceh-Sejumlah mahasiswa dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang sedang mengenyam pendidikan di berbagai Perguruan Tinggi di Banda Aceh, Selasa, 7 Maret 2017, dikabarkan menyegel asrama putra tersebut yang berlokasi di Gampong Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Ketua Asrama Putra Aceh Barat Daya (Abdya), Khalis, mengatakan, penyegelan dilakukan bersama sejumlah mahasiswa yang merupakan ‘penghuni’ gedung itu lantaran Pemkab setempat terkesan tidak mengurus dengan baik.

“Kami mahasiswa Aceh Barat Daya (Abdya) yang tinggal di Asrama mahasiswa putra Abdya, menyegel gedung asrama. Karena selama ini kami merasakan dan menilai Pemda Abdya tidak mengurus asrama yang merupakan bantuan orang lain ini dengan baik, sehingga diterlantarkan,” kata Khalis.

Menurutnya, ada tiga gedung asrama Abdya meliputi gedung bantuan aspirasi anggota DPRA Al Manar yang dibangun tahun 2009.

Selanjutnya, gedung bantuan PT Pertamina (Persero) dibangun 2013 dan memiliki 56 kamar tidur, 1 lapangan olah raga serba guna, 36 kamar mandi, 1 mushalla sekaligus tempat wudhu serta taman depan kamar lantai I.

“Kondisinya saat ini sangat memperihatinkan. Gedung Asrama Pertamina tidak ada listrik pasca meledak trafo pada Desember 2016 lalu, sehingga membuat air tidak tersedia. Akibatnya, asrama tidak dapat difungsikan dan diurus dengan baik oleh mahasiswa yang tinggal disini,” katanya menuebutkan.

Tak hanya itu, katanya lagi, juga banyak fasilitas gedung asrama Pertamina yang rusak walaupun belum dipakai seperti lapangan olah raga, lantai asrama, atap kamar bocor, pintu kamar tidur lebih dari lima buah rusak karena dimakan rayap. Sehingga pintu tersebut jatuh sendiri walaupun tidak dipegang (sekarang sudah diperbaiki) tapi banyak yang berpotensi rusak lagi dan beberapa fasilitas lainnya.

“Gedung Asrama Arab Saudi saat ini tidak terisi penuh oleh mahasiswa, hanya belasan orang yang menempati. Gedung ini ada listrik, namun tidak bisa dialiri air ke dalam gedung, sehingga semua kamar mandi tidak berfungsi,” sambung dia.

Segel Asrama

Mahasiswa dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Banda Aceh, Selasa, 7 Maret 2017, usai menyegel asrama putra tersebut yang berlokasi di Gampong Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar. FOTO | IST

Selain itu, lanjut Khalis, banyak fasilitas yang rusak, seperti lemari, ranjang tidur, meja-meja, kamar mandi bocor, dan arus listrik yag tidak stabil (rawan konslet dan bisa mengakibatkan kebakara) karena tidak banyak orang tinggal asrama ini tidak teurus. “Gedung Asrama Aspirasi Al Manar saat ini tidak ditempati lagi karena memang tidak layak huni lagi,” lanjut Khalis.

Dia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya untuk lebih menghargai dan memperhatikan bantuan dari pihak yang telah membantu asrama tersebut. Selain gedung dan fasilitasnnya yang rusak, bahkan hingga kini aturan yang mengatur tentang asrama qanun/Perbup juga belum diketahui sejauhmana saat ini.

“Kami minta segera diselesaikan, mengingat banyak adik-adik mahasiswa dari Abdya yang ingin tinggal di asrama ini. Namun masih belum bisa, bagaimana mau tinggal listrik tidak ada,” pintanya.

Masih kata Khalis, sebelumnya pihaknya telah melalui berbagai upaya terkait kondisi asrama tersebut. “Kami sudah melaporkan langsug kepada Kepala Kantor Perwakilan Abdya di Banda Aceh, Emil Salim, terkait kondisi asrama, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan,” kata dia.

Begitu juga dengan Pemkab Abdya, dirinya mengaku sudah menyampaikan persoalan asrama putra itu. Lagi-lagi belum ada kejelasan pasti baik terkait perbaikan fasilitas dan regulasinya.

“Tidak hanya itu, kami juga sudah bertemu dan melaporkan langsung semua persoalan asrama kepada Wakil Bupati Abdya, Erwanto saat bertemu di Banda Aceh. Hasilnya, juga belum ada titik kejelasan.

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum memperoleh konfirmasi lebih lanjut dengan Pemkab Abdya, terkait aksi protes yang dilancarkan mahasiswa asal Kabupaten Breuh Sigupai itu.

[Penulis | Kontributor Banda Aceh]
[Editor   | Suandris]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM