full screen background image

Sekretaris Utama BKKBN Buka Sosialisasi dan Konsultasi DAK Sub Bidang KB

Share Button
bkkbn-aceh

Seremonial Pembukaan Sosialisasi dan Konsultasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Keluarga Berencana (KB) tahun 2017, FOTO | BKKBN.GO.ID 

Banda Aceh–Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal, atasnama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu, 1 Maret 2017 malam, membuka kegiatan Sosialisasi dan Konsultasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang Keluarga Berencana (KB) tahun 2017. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Hermes, Banda Aceh ini diawali dari wilayah Regional I/Sumatera.

Hadir dalam kesempatan itu, perwakilan dari pejabat di lingkungan kabupaten/kota yang masuk ke dalam wilayah Regional I dan Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan bakal menjadi tuan rumah sosialisasi DAK Sub Bidang KB Regional II dan Banten.

Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal, mengatakan, tahun ini, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran DAK Sub Bidang KB sebesar Rp793.893.500.000. Dana tersebut dibagi untuk DAK Fisik sebesar Rp501.093.500.000 dan DAK non-Fisik Rp292.800.000.000. Setiap tahun anggaran tersebut terus meningkat.

“Tahun 2008 pemerintah sudah mengalokasikan DAK. Dari tahun ke tahun jumlahya bertambah. Untuk kabupaten dan kota juga terus bertambah. Hampir 100 persen kabupaten di Indonesia menerima,” kata Nofrijal.

Masih kata dia, pada 2017, terdapat 492 kabupaten/kota menerima DAK fisik. Sementara itu ada 508 kabupaten/kota menerima DAK non-fisik atau Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).

“Kucuran danadari pemerintah pusat itu digunakan untuk mendanai pelaksanaan kegiatan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program Kependudukan, Keluarga, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK),” katanya lagi.

Menurutnya, program-program tersebut dapat berjalan dengan baik berkat adanya kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Ia pun meminta para pejabat terkait bisa mengawal DAK Sub Bidang KB, yang besar ini agar tepat sasaran dan mampu merealisaikan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2017.

“Kita ingin menjaga dan mengawal DAK ini dengan cara Indonesia, revolusi mental, integritas tinggi, etos kerja dan gotong royong kita bisa realisasikan DAK,” tutupnya.[]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM