full screen background image

Sinergitas Ulama dan Umara Kunci Sukses Pembangunan Aceh

Share Button
Ulama dan Umara

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, saat bersilaturrahmi dengan seluruh unsur pimpinan dan jajaran Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Jum’at, 4 November 2016. FOTO | Ist

Banda Aceh-Ulama dan Umara harus bersinergi demi suksesnya program pembangunan di Aceh, sehingga mampu memberikan pelayanan serta menyelenggarakan pembangunan sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat. Demikian antara lain disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, saat bersilaturrahmi dengan seluruh unsur pimpinan dan jajaran Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Jum’at, 4 November 2016.

“Saya sangat mengharapkan dukungan dari para Abu di MPU selama masa saya memimpin Aceh. Dalam waktu singkat ini, kurang lebih tiga bulan, saya berharap ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk saudara-saudara saya di Aceh,” harapnya.

Dalam silaturrahmi tersebut, lulusan Akabri tahun 1983 itu meminta dukungan dari para pimpinan MPU, agar selama bertugas sebagai Plt Gubernur dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan harapan masyarakat. “Saya sangat mengharapkan dukungan dari para Abu di MPU selama masa saya memimpin Aceh. Dalam waktu singkat ini, kurang lebih tiga bulan, saya berharap ada sesuatu yang bisa saya lakukan untuk saudara-saudara saya di Aceh,” kata Soedarmo.

Soedarmo menjelaskan, selama menjadi Plt Gubernur Aceh, dirinya memiliki lima tugas penting, yaitu melanjutkan program yang sudah direncanakan oleh petahana, menjaga kemanan, ketertiban dan kondusifitas Aceh, mensukseskan pelaksanaan Pilkada di Aceh, mensahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh, serta mengisi atau mengganti pejabat daerah setelah mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri.

“Saya berharap MPU dapat memberikan wejangan dan petuah kepada kami, sehingga kami mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan mampu menjaga situasi tertib, aman dan kondusif, terutama dalam masa kampanye hingga hari pemilihan nanti,” terangnya.

Ia mencontohkan, kejadian yang terjadi sehari lalu, terkait aksi penurunan spanduk salah satu calon yang kemudian dibalas oleh kelompok pendukung lainnya. Gubernur menghimbau agar kejadian tersebut tidak boleh berlangsung secara terus menerus. “Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan dari para ulama terkait dengan pelaksanaan pilkada, agar pesta demokrasi ini tidak dikotori dengan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Kami sangat membutuhkan dukungan dari para ulama dengan mengeluarkan fatwa atau himbauan terkait dengan pelaksanaan Pilkada yang baik, karena pada hakikatnya Pilkada adalah sebuah pesta demokrasi, maka momen ini harus kita sambut dengan suka cita dan kegembiraan, bukan justru menghadirkan suasana mencekam,” kata Gubernur.

Sebagaimana diketahui, dalam Pilkada langsung 2017, akan ada tujuh daerah lain yang melaksanakan Pilkada serentak, yaitu Aceh, Provinsi Gorontalo, DKI Jakarata, Bangka Belitung, Selawesi Tengah, Banten dan Papua Barat. Sementara itu di Aceh, selain menggelar pemilihan Gubernur juga menggelar pemilihan bupati dan wali kota di 20 daerah.

“Aceh adalah yang terbanyak menggelar pemilihan bupati dan wali kota, yaitu di 20 daerah. Oleh karena itu mari kita sukseskan pelaksanaan Pemilukada dengan suka cita dan penuh kegembiraan. Saya juga mengapresiasi aparat kepolisian yang mampu mengendalikan suasana dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Soedarmo.

Dalam kesempatan tersebut, Soedarmo juga berharap agar pembahasan dan pengesahan APBA tahun 2017 bersama legislatif dapat segera diselesaikan agar pembangunan serta denyut ekonomi masyarakat Aceh dapat menggeliat. “Implikasi pengesahan APBA bukan hanya kepada pemerintahan tetapi juga kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, jika APBA lebih cepat disahkan, maka akan segera berguna bagi masyarakat Aceh secara menyeluruh,” pungkas Plt Gubernur Aceh Mayjen (Purn) Soedarmo.

Dalam kesempatan itu Soedarmo turut memperkenalkan diri lebih jauh kepada para pimpinan dan jajaran MPU. “Mungkin Abu sekalian sudah pernah membaca di media tentang saya, tapi dengan bertatap muka hari ini terasa jauh lebih afdhal. Saya memohon maaf karena baru hari ini bisa bersilaturrahmi dengan Abu pimpinan MPU,” kata Soedarmo.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments



Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.