oleh

Siswa Aceh Ukir Prestasi di Ajang OSN 2016 Tingkat Nasional

Kontingan OSN
Kontingen OSN asal Aceh saat berfoto bersama. (Foto | Ist)

Banda Aceh-Siswa Aceh kembali menorehkan prestasi pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMA 2016 yang dilaksanakan di Palembang, dari Tanggal 15-20 ‎Mei lalu. Kedua siswa itu adalah Muhammad Alif Aqsha, meraih medali perunggu pada lomba matematika dan Hatta Mohammad Misra yang mengikuti mata lomba ekonomi.

Kedua siswa tersebut berasal dari SMA Fatih Bilingual School – Banda Aceh. Atas prestasi yang diperoleh itu, secara berturut-turut mereka mendapat kalungan bunga dari Dinas Pendidikan Aceh dan SMA Fatih Bilingual School pada acara penyambutan mereka di ruang kedatangan Bandara Sultan Iskandar Muda-Aceh Besar, Sabtu 21 Mei 2016 lalu.

Pada ajang OSN Tingkat Nasional 2016 yang diselenggarakan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Aceh mengikutsertakan peserta sebanyak 13 orang untuk mengikuti 9 mata lomba meliputi, Muhammad Alif Aqsha dari SMA Fatih Bilingual School Banda Aceh dan Ryan Ritama dari SMA Modal Bangsa Arun Lhokseumawe mengikuti bidang Matematika dan Liza Mutiara Safhadi dari SMA Unggul Aceh Timur mengikuti bidang Fisika.

Selanjutnya, Teuku Ade Farhan Ramadhana dan TB Zahrial Fasa, keduanya dari SMA N 10 Fajar Harapan Banda Aceh mengikuti Bidang Kimia, Nabbila Ulamy Alya juga dari SMA N 10 Fajar Harapan Banda Aceh dan Fardhani Yudha Satria dari SMA Modal Bangsa mengikuti bidang Astronomi.

Kemudian, Muhammad Arif Pratama dari SMA Modal Bangsa mengikuti bidang Geografi, Rais Amsal Turhamun dari SMA N 1 Lhokseumawe dan Said Muhammad Razmi dari SMA N 10 Fajar Harapan Banda Aceh mengikuti bidang Kebumian.

Citra Mutiara dari SMA Modal Bangsa mengikuti bidang Biologi,Hatta Muhammad Misra SMA Fatih Bilingual School Banda Aceh mengikuti bidang Ekonomi dan Victoria dari SMA N 3 Banda Aceh mengikuti bidang Komputer.

Siswa Aceh dalam mengikuti OSN 2016 di Palembang, didampingi dua orang guru pendamping, yaitu Sri Wahyuni (guru SMA Modal Bangsa) dan Sri Mulyani (guru SMA N 10 Fajar Harapan, Banda Aceh), sementara petugas pendamping dari Dinas Pendidikan Aceh yaitu Syaifullah, Syamsul Akbar dan Muhammad Adriyan Fitra.

Pada saat prosesi penyambutan peserta yang baru kembali dari Palembang dalam mengikuti OSN 2016 ini, Sabtu, 21 Maret 2016, Muhammad Adriyan Fitra, yang ikut mendampingi siswa Aceh pada ajang OSN di Palembang, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan OSN di Palembang, kontingen Aceh secara teknik tidak mengalami kendala apapun.

“Secara teknis, kita tidak menemui kendala apapun selama pelaksanaan OSN 2016 di Palembang tetapi sepertinya siswa kita memang masih perlu peningkatan penguasaan materi,” ujarnya.

Sri Wahyuni, guru pendamping siswa di OSN 2016 dari SMA Modal Bangsa, mengatakan Aceh perlu tenaga pembimbing dan narasumber dari luar untuk mempersiapkan diri mengikuti OSN.
“Bimbingan di tempat kita masih kurang, perlu ada tutor atau pemateri dari luar, terutama dari Perguruan Tinggi yang sering dilibatkan dalam OSN seperti UGM, ITB dan UI,” katanya.

Ia juga mengisahkan saat berada di lokasi kegiatan OSN, Aceh sedikit ciut. Ini lantaran jumlah kita terasa sangat sedikit, apalagi tidak sempat bergabung dengan peserta OSN tingkat SD dan SMP, sementara dari Provinsi lain jumlahnya lebih banyak.

“Untuk materi lomba, tim asal Aceh sedikit kehilangan fokus dan grogi saat praktikum. Artinya butuh latihan yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Muhammad Alif Aqsha, peraih medali perunggu bidang matematika mengungkapkan, dalam membekali diri, dia senantiasa memperbanyak membaca buku, terutama materi yang bakal dilombakan.

“Selain belajar mandiri, pihak sekolah juga ada mendatangkan pelatih olimpiade dari Jawa dan dari Aceh,” kisahnya.

(Red)

Komentar

News Feed