oleh

Situs KPU Diretas, Serangan Hampir Tiap Menit

Jakarta-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengakui bahwa situs infopemilu.kpu.go.id yang menyajikan informasi hasil real count atau hitung riil Pilkada sementara 2018 berhasil diretas oleh pihak lain.

Arief mengatakan pihaknya bukan mempersulit masyarakat mengakses laman tersebut secara sengaja, tapi memang karena berhasil diretas pihak lain. Diketahui, laman infopemilu.kpu.go.id tidak dapat diakses sejak Jumat siang (29/6).”Diretas,” kata Arief di kantor KPU, Jakarta, Selasa (3/7).

Arief lalu menjelaskan bahwa laman infopemilu.kpu.go.id diserang secara bertubi-tubi. Khususnya laman yang menyajikan hasil sementara hitung riil Pilkada 2018.Intensitas serangan, kata Arief, sudah tidak bisa lagi dikalkulasi dengan hitungan hari. Tidak pula dengan hitungan jam. Dia mengutarakan hal tersebut merujuk dari penuturan Tim IT KPU.”Bukan setiap hari, setiap jam, tapi setiap menit! Itu diserang dari mana-mana,” kata Arief.

Objek yang diserang, lanjut Arief, bermacam-macam. Misalnya, data hitung riil KPU dan laman lain yang tidak terkait dengan pilkada. Kecepatan mengakses laman pun turut menjadi bulan-bulanan peretas.Meski begitu, yang paling sering menjadi incaran adalah perihal perkembangan hasil sementara hitung riil Pilkada 2018.

Arief mengatakan angka-angka perolehan suara dalam hitung riil Pilkada 2018 sempat diubah oleh peretas. Akibatnya, angka yang terlihat menjadi tidak sesuai dengan formulir C1 atau sertifikat hasil penghitungan suara tingkat TPS.

KPU tidak diam saja. Ketika ada angka yang berubah, KPU lekas memperbaiki sesuai dengan data scan C1 yang diupload KPU kabupaten/kota serta provinsi. Namun, itu tidak terselesaikan. Serangan terus datang sehingga angka terus berubah kembali.

Arief mengatakan bahwa implikasi dari hal tersebut yakni masyarakat menjadi bingung karena angka terus berubah. Karenanya, KPU menutup sementara laman infopemilu.kpu.go.id sejak Sabtu kemarin (30/6).”Ahli IT kita bilang, supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, lebih baik ditutup. Ditutup lalu dibersihkan semua serangan-serangan itu,” katanya.

“Sekarang kita sedang mempertimbangkan kapan akan dibuka lagi,” lanjutnya.

Arief masih enggan membeberkan siapa pihak yang terus-menerus menyerang laman KPU. Dia pun tidak memberitahu apakah serangan berasal dari dalam atau luar negeri.”IT yang tahu. Pokoknya kita diserang,” ucap Arief.

Sejauh ini, Arief mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak dalam menghadapi serta mengidentifikasi serangan serta peretas. KPU, lanjutnya, berkordinasi dengan Mabes Polri, Kemenkominfo, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta sejumlah pegiat IT.[]

(Sumber | CNNINDONESIA.COM

Facebook Comments

Komentar

News Feed