full screen background image

[SOAL MUTASI PEJABAT SKPA] Mendagri Kembali Layangkan Surat ke Pemerintah Aceh, Apa Isinya?

Share Button
apel-perdana

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, saat memimpin Apel perdana setelah cuti di halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (13/2/2017). FOTO | DOK. PENAPOST.COM

Banda Aceh-Polimik mutasi yang dilakukan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, tertanggal 10 Maret 2017 lalu dipastikan sudah berakhir. Kabarnya, Menteri Dalam Negeri kembali melayangkan surat ke Pemerintah Aceh. Surat yang bersifat penting tersebut, ditandatangi langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Surat tersebut dikirimkan ke Gubernur Aceh dengan tembusannya kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Ketua DPR Aceh, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Aceh.

Kepala Biro Hukum, Edrian, SH, M.Hum yang turut didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin, Lc, MH, mengungkapkan, bahwa Menteri Dalam Negeri tertanggal 24 Mei 2017 lalu telah menandatangani surat persetujuan terhadap pelantikan yang dilakukan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

“Intinya Mendagri menyetujui mutasi pejabat yang dilakukan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, tertanggal 10 Maret 2017 lalu,” kata Kepala Biro Hukum, Edrian, SH, M.Hum.

Dikatakan dia, surat tersebut diterima langsung Gubernur Aceh, Senin, 5 Juni 2017. Dengan demikian polemik mutasi yang sempat dipermasalahkan beberapa pihak selama ini dinyatakan telah berakhir.

“Kebijakan yang diambil oleh Mendagri sudah menyelesaikan persoalan yang dipersoalkan selama ini, tidak ada lagi polemik ke depan terkait mutasi 10 Maret 2017,” ujar Kepala Biro Hukum, Edrian, SH, M.Hum, Selasa, 6 Juni 2017.

Menurutnya, hal ini juga membuktikan bahwa Kebijakan gubernur melakukan mutasi pada 10 Maret 2017 lalu yang berdasarkan UUPA diterima oleh Mendagri. Dengan keluarnya surat tersebut tidak ada lagi persoalan bagi pejabat yang dilantik tersebut, termasuk pengelolaan anggaran.

“Semua hal yang menjadi gunjang-ganjing selama ini tidak ada persoalan lagi termasuk soal pengelolaan anggaran, semua sudah clear,” ujar Edrian.

Ia menyebutkan, dalam surat tersebut Mendagri juga memberi peluang kepada Gubernur Aceh untuk melakukan penataan pejabat jika diperlukan dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

Edrian juga menjelaskan bahwa sebelumnya Gubernur Aceh sudah menyurati Mendagri, melalui Surat Gubernur nomor 820/4695, tanggal 12 April 2017, tentang tanggapan atas surat Menteri dalam negeri, dalam rangka menanggapi surat Menteri Dalam Negeri nomor 820/1809/SJ tanggal 11 April 2017, tentang persetujuan penataan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah Aceh.

“Sehingga pada akhirnya Menteri dalam Negeri telah mangambil satu kebijakan yang sangat arif dan bijaksana dalam menanggapi polemik mutasi tersebut, dengan keluarnya surat nomor 121/2412/SJ tertanggal 24 Mei 2017 dengan perihal Persetujuan Penataan Pejabat di Lingkungan Pemerintah Aceh,” terangnya menyebutkan.

Ia juga merincikan, surat Mendagri tersebut berisi dua poin yaitu, pertama, pada prinsipnya Kementerian Dalam Negeri menyetujui atas penataan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Aceh yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Aceh nomor PEG.821.22/004/2017 tanggal 10 Maret 2017.

“Poin kedua, dalam hal dibutuhkan penataan lanjutan terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah Aceh dapat dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan berpedoman pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil,” rinci dia.

Ia menambahkan, surat yang bersifat penting tersebut, ditandatangi langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dikirim kepada Gubernur Aceh yang juga dikirim tembusannya kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Ketua DPR Aceh, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Aceh.[]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.