oleh

[SOSIALISASI 3M] Pemko Banda Aceh Siapkan ‘Iklan’ Layanan Masyarakat

Share Button
fogging
Foging adalah langkah antisipasi berkembangnya nyamuk di kantor DPRK dan lingkungan pendopo Bupati Bireuen. (ilustrasi). FOTO | SERAMBINEWS.COM 

Banda Aceh-Untuk mensosialisasikan pola hidup sehat serta upaya-upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada masyarakat, terutama dengan menerapkan gerakan 3M (Menguras-Menutup-Mendaur Ulang) dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh yang secara teknis dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan setempat bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik mengerahkan layanan mobil yang dilengkapi pelantang suara.

“Kami juga telah menyiapkan iklan layanan masyarakat berformat audio mengenai gerakan 3M ini, yang nantinya akan diputar di area traffic light maupun radio,” kata Plt Kadinkes Banda Aceh dr Warqah Helmi, Selasa, 7 Februari 2017, di sela-sela pelaksanaan fogging di Sukaramai.

Kata dia, menyikapi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mengintensifkan fogging (pengasapan) di sejumlah lokasi potensial bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak.

Selain itu, pihak Dinkes juga aktif mensosialisasikan pola hidup sehat serta upaya-upaya pencegahan DBD kepada masyarakat terutama dengan menerapkan gerakan 3M (Menguras-Menutup-Mendaur Ulang) dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini kita lakukan fogging di tiga gampong yakni di Sukaramai, Batoh, dan Lamdom untuk membasmi jentik nyamuk. Namun yang lebih penting dalam mencegah DBD itu adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, salah satunya dengan gerakan 3 M,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sejak 2016 tercatat ada 152 kasus DBD di Banda Aceh, dan yang paling banyak terjadi di kawasan Syiah Kuala, Kuta Alam, dan Baiturrahman. “Adapun gejala dari penyakit DBD adalah demam, penurunan trombosit, hingga anemia, dan yang paling fatal dapat mengakibatkan kematian,” terangnya menyebutkan.

“Fogging merupakan salah satu cara untuk memberantas jentik nyamuk. Syaratnya berdasarkan penyelidikan epidemilogi, harus ada kasus DBD positif yang dibuktikan dengan hasil laboratorium, dan dalam radius 100 meter dari hunian si penderita terdapat minimal lima persen jentik nyamuk,” katanya lagi.

Namun ia mengingatkan, fogging hanya tindakan sementara untuk membasmi jentik nyamuk, karena datangnya nyamuk kembali sangat dipengaruhi kebersihan lingkungan masyarakat. “Yang paling utama adalah gerakan pola 3M menguras bak mandi seminggu sekali, menutup bak penampungan air dan saluran, serta mendaur ulang bahan-bahan bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng dan ban bekas,” ingat dia.

[Penulis | Kontributor Banda Aceh]
[Editor   | Rizal JP]

Facebook Comments

Komentar

News Feed