oleh

Spirit Piasan Seni, Ini Kata Kadisbudpar Banda Aceh

Kadisbudpar Banda Aceh
Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Drs. Ridha, MM (kanan) didampingi Kabid Promosi dan Pemasaran Disbudpar Kota Banda Aceh, Said Fauzan SSTP MA (kiri). FOTO | FACEBOOK.COM 

Banda Aceh-Kepala Disbudpar Banda Aceh, Drs Rizha mengatakan, melanjutkan spirit piasan seni tahun lalu, tahun 2016 ini piasan seni Kota Banda Aceh tetap akan melanjutkan konsep acara seperti yang telah dijalankan pada tahun 2015. Sebagai salah satu program andalan Disbudpar Banda Aceh, piasan seni akan mencoba terus berinovasi dalam melaksanakan keiatan di bidang seni dan budaya ini.

“Salah satunya adalah pada Opening Ceremony akan ada pertunjukan Parade tari tradisi etnis Aceh yang berkembang di Kota Banda Aceh, nantinya juga ada parade lukis yang diikuti oleh lima pelukis Banda Aceh,” kata Drs Rizha.

Piasan seni Banda Aceh 2016 ini, sebutnya, tetap merupakan rangkaian kegiatan seni yang khusus memberikan ruang apresiasi karya seni, edukasi kesenian dan promosi bagi seniman, pekerja seni dan masyarakat peminat kesenian lainnya.

Ia menjelaskan tema yang diangkat ‘Berkarya untuk Negeri, bermakna mengerjakan sesuatu hingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang. Bagi pekerja seni/seniman berkarya adalah menghasilkan sesuatu karya seni.

“Artinya wujud dari sebuah ekspresi yang bernilai dan dapat dirasakan secara bentuk maupun bunyi. Sehingga bisa membuat orang terkagum saat mendengar atau melihatnya, karena karya seni itu adalah sesuatu yang tulus,” terangnya.

Menurut dia, karya-karya seni yang dibuat tetap akan memberi dampak positif bagi penikmatnya sekalipun itu sebuah karya seni yang kritis, karena semua karya seni yang lahir dari pekerja seni/seniman semata-mata dimaksudkan untuk kemajuan negerinya.

“Karya-karya seni yang lahir dari para pekerja seni/seniman adalah sebuah perkembangan kehidupan manusia. Perkembangan seni sejalan dengan unsur-unsur kebudayaan lainnya seperti ekonomi, sosial, politik, tekhnologi, pengetahuan, bangsa, dan agama. Karena sesungguhnya karya seni diciptakan hanya untuk membangun negerinya,” tuturnya.

Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, sambung dia, piasan seni Kota Banda Aceh 2016 kali ini tetap akan menampilkan Karya-karya seni baru, kreatif dan inovatif dari pelaku/pekerja dan komunitas seni dan budaya yang ada di Banda Aceh dan sekitarnya.

Sehingga keberadaan seniman akan menjadi bagian penting dari pembanguan budaya dan norma-norma dalam konsep pembangunan.

Adapun rangkaian acara Pameran Seni, Pameran Seni, Panggung Seni, Workshop Seni, Panggung Apresiasi Seni, Aneka Perlombaan (permainan tradisional/pameran pembangunan), Anugerah Seni dan Parade Lukis.

“Yang membedakan pameran seni dengan pameran lain adalah produk yang dipamerkan murni produk hasil kesenian baik seni tradisi, modern dan kontemporer,” jelasnya.

Ia menambahkan, peserta pameran seni ini ini juga akan di ikuti oleh Seniman Perorangan, Pekerja Seni, Komunitas Seni yang memiliki Karya atau civitas di kesenian, Perusahaan dan Pengusaha yang bergerak di bidang jasa dan Produk Seni, Lembaga,Organisasi dan Asosiasai yang bergerak di bidang Pemberdayaan Kesenian, Gampong Kreatif, Komunitas seni Sekolah, Komunitas seni Kampus dan lain-lain.

Pameran Seni di Piasan Seni Banda Aceh 2016 juga dikelompokkan sesuai dengan cabang kesenian, seperti Stand Musik dan Film, Stand Tari, Stand Sastra dan Teater, Stand Seni Rupa, Stand Handy Craft, Stand Seni Multimedia, Stand Seni Sekolah dan Kampus dan Stand Umum.

Reporter | Zusdia Rahmi

Facebook Comments

Komentar

News Feed