full screen background image

Syarizal Abbas: Alumni Lemhanas Harus Berpikir Makro

Share Button
lemhanas

Ketua komisariat Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL ) Aceh, Prof. Syarizal Abbas, MA (kiri). FOTO | HENDRA S

Banda Aceh-Ketua komisariat Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL ) Aceh, Prof. Syarizal Abbas, MA, mengatakan alumni IKAL harus berpikir secara makro dan tidak farcial ataupun sektoral.”Dengan melihat keragaman budaya bangsa Indonesia yang begitu besar, sehingga alumni Lemhanas harus bisa menempatkan perannya dalam kancah percaturan ekonomi dan politik negeri,” ujar Syarizal Abbas.

Hal itu disampaikan Prof. Syarizal Abbas, MA pada media Pers, Jum’at, 3 November 2017 malam, di Media Center Kodam Iskandar Muda, pasca akan dilaksanakannya pengukuhan kepengurusan komisariat IKAL Aceh, oleh Ketua umum IKAL Pusat, Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu, 4 November 2017 besok.

Menurutnya keberadaan komisariat IKAL, sangatlah penting untuk mendukung dan memberikan kontribusi yang besar terhadap tugas dan upaya pemerintah dalam melaksanakan pembangunan baik pusat maupun daerah.”Alumni Lemhanas harus bisa menggunakan potensinya guna memaksimalkan dukungan terhadap pembangunan, seperti halnya di Aceh yang damai, adil dan sejahtera sesuai syariat Islam,” katanya.

Untuk itu perlu dilakukan pengukuhan komisariat IKAL Aceh, agar berlegalitas sehingga secara eksis dapat melaksanakan berbagai program program yang akan datang.Dikatakannya, anggota IKAL terdiri atas alumni yang telah mengikuti pendidikan Lemhanas Republik Indonesia, baik reguler angkatan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA), maupun Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) dan telah mendapatkan training atau pelatihan penguatan nilai-nilai kebangsaan, kewaspadaan hingga pemantapan ideologi negara.

Sekreatris Komisariat IKAL Aceh, Mayor Inf, Bayu Maulana Suntara, menjelaskan, anggota IKAL Aceh secara jumlah telah terhimpun 120 orang, dan akan terus terdata.Dalam kesempatan itu Bayu Maulana juga menyebutkan nama-nama tersebut diantaranya, Mustafa Abubakar, Mayjend TNI, Sulaiman, AB, Letjend TNI Marinir, Nafzen Nurdin, Mayjend Hafifuddin.

Berikutnya, Prof Dr Irwan Abdullah, Irjend Pol F Fattah, Prof Dr Rusdi Ali Muhammad, SH, Prof Dr Apridar, MSi, Subhandi, AP, MSi, Prof Dr Yuni Shabi, Drs Razali Yusuf, Ir Mustafa Hasbullah, dan Dena Tanwir, serta Dr Rusli Yusuf.[]

Reporter | Hendra S

Facebook Comments