oleh

Tahun Ini Aceh Latih 12 Kompetensi Keahlian Sekolah Kejuruan

Banda Aceh-Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Laisani, mengungkapkan, tahun ini Pemerintah Aceh yang secara tekhnis dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Aceh akan melatih sebanyak 12 kompetensi keahlian kepada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kompetensi tersebut meliputi, MTU I digunakan untuk medukung jurusan Teknik Bangunan dengan Kompetensi Keahlian Briklaying, Cabinet Making, Joinary, Plumbing.Baca Juga: Wagub Nova Luncurkan Pelatihan Bergerak untuk Pelajar SMK 

Selanjutnya, MTU II digunakan untuk medukung jurusan Teknik Elektro dengan Kompetensi Keahlian Audio-Video, Lintrik Instalasi, ICT dan Multimedia dan MTU III digunakan untuk medukung jurusan Teknik Otomotif dengan Kompetensi Keahlian Teknik Kenderaan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Mesin Tempel, Teknik Las.

“Dengan 12 bidang kompetensi keahlian hari ini, kita harapkan dapat membantu putra-putri kita untuk mengasah skillnya menjadi tenaga terampil yang siap pakai dan siap bersaing di pasar kerja. Mengingat masih banyak Kompetensi Keahlian yang belum terakomodir dengan MTU yang ada, kiranya Bapak Gubernur berkenan untuk menambah lagi MTU dengan Kompetensi Keahlian sesuai kearifan lokal dan tuntutan masyarakat,” ujar Kadisdik Aceh.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Laisani, pada Peluncuran pelatihan bergerak Mobile Training Unit (MTU) ini sekaligus dirangkai dengan pelepasan magang siswa luar negeri, pada Boeing Company di Amerika Serikat, Jum’at, 23 Maret 2018, di Lobi Kantor Gubernur Aceh.Baca Juga:MTU Disdik Aceh Disiagakan di Aceh Timur, Ada Apa? 

Ia menjelaskan, terhitung 2 September 2008 lalu, Swisscontact telah menyerahkan asetnya kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh berupa tiga unit MTU yang di dalamnya berisi peralatan laboratorium atau peralatan perbengkelan SMK yang sekarang ini sudah kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Oleh karena itu, saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada pihak Swisscontact atas kontribusi terhadap pendidikan Aceh, khususnya bidang pendidikan vokasional. Apa yang dilakukan oleh MTU pada hari ini sangatlah relevan dengan skema pemulihan sektor pendidikan di Aceh,” katanya berharap.

laisani
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Laisani.

Masih kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh ini, pada peluncuran pelatihan bergerak tersebut juga dihadiri sejumlah kepala sekolah dan pimpinan dayah yang anak-anaknya nanti akan dilatih oleh teknisi dan instruktur MTU dengan berbagai kompetensi keahlian yang sesuai.”Nantinya diharapkan anak-anak kita yang dilatih melalui MTU ini dapat memperoleh skill, sehingga mereka dapat diterima di dunia usaha dan dunia industri atau berwira usaha,” kata Laisani.

Dalam kiprahnya ke depan, lanjut dia, diharapkan MTU lebih luas lagi dapat berkiprah melatih skill anak-anak, terutama generasi yang putus sekolah sehingga mereka (anak putus sekolah) ini diberikan skill yang bagus dan dengan skill tersebut dapat mandiri untuk berwirausaha di tengah-tengah masyarakat.

“Khusus untuk bidang Teknik Kenderaan Ringan dan Teknik Sepeda Motor, anak-anak kita akan diberi kesempatan untuk mengikuti uji kompetensi keahlian di berbagai lembaga sertifikasi profesi yang salah satunya difalitasi oleh PT Innovam Indonesia. Kita harapkan dengan hasil uji kompetensi keahlian ini mereka dapat menggunakan skill nya untuk dapat bersaing di dunia kerja,” lanjut Kadisdik Aceh.

Ia menambahkan, pada kesempatan tersebut juga sudah hadir 10 orang putra-putri Aceh terbaik yang akan diberangkatkan ke Amerika Serikat untuk belajar langsung ke pabrik boing di Amerika Serikat. Dalam beberapa hari ini mereka sedang mempersiapkan diri memperdalam bahasa Inggris di Jakarta dan kita rencakan pada Hari Minggu tanggal 25 Maret 2018 besok mereka sudah kita berangkatkan ke Jakarta.[]

Facebook Comments

Komentar

News Feed