full screen background image

Terbukti ‘Bermesraan’, Tiga Warga Dicambuk Puluhan Kali

Share Button
cambuk-warga

Algojo saat mengeksekusi ‘uqubat (hukuman) cambuk kepada salah seorang pelanggar Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, di halaman Masjid Al-Muchsinin, Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kamis, 2 Februari 2017.  DOK.PENAPOST.COM

[clickToTweet tweet=”Terbukti ‘Bermesraan’, Tiga Warga Dicambuk Puluhan Kali” quote=”Terbukti ‘Bermesraan’, Tiga Warga Dicambuk Puluhan Kali”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Banda Aceh-Tiga warga yang berdomisili di Kota Banda Aceh, harus rela ‘tubuhnya’ di cambuk puluhan kali oleh algojo di halaman Masjid Al-Muchsinin, Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kamis, 2 Februari 2017.

Ketiga warga tersebut masing-masing berinisial H (26 kali cambuk), L (26 kali cambuk. Namun, setelah beberapa kali dicambuk ia mengeluh kesakitan dan ‘uqubatnya ditunda), dan S (27 kali cambuk). Sementara itu, terhadap satu terdakwa lagi yakni ES warga Kota Lhokseumawe, hukumannya diganti dengan kurungan penjara selama 1,6 tahun karena sedang hamil.

‘Uqubat (hukuman) cambuk ini harus diterima setelah dinyatakan terbukti melakukan Jarimah Ikhtilat (Bermesraan) yang merupakan perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam Syariat Islam sebagaimana termaktub dalam Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

cambuk

Algojo saat mengeksekusi ‘uqubat (hukuman) cambuk kepada salah seorang pelanggar Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, di halaman Masjid Al-Muchsinin, Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kamis, 2 Februari 2017.  DOK.PENAPOST.COM

Sejak awal pemberlakuan Syariat Islam di Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh telah beberapa kali melaksanakan ‘uqubat (hukuman) cambuk terhadap para pelaku jarimah tersebut. Hal ini menunjukkan pemerintah bersama-sama dengan warga kota terus berkomitmen untuk menegakkan Syariat Islam di Ibukota Provinsi Aceh.

Plt Walikota Banda Aceh, Hasanuddin Ishak melalui Asisten Pemerintahan Setdako Banda Aceh Bachtiar pada pelaksanaan ‘uqubat cambuk terhadap tiga pelanggar tersebut. Ia berharap, pelaksanakan ‘uqubat cambuk ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak melanggar qanun dimaksud.

hukum-cambuk

Algojo saat mengeksekusi ‘uqubat (hukuman) cambuk kepada salah seorang pelanggar Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, di halaman Masjid Al-Muchsinin, Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kamis, 2 Februari 2017. DOK.PENAPOST.COM

Pelaksanaan ‘uqubat cambuk ini bukan untuk menertawakan pelaku, akan tetapi sebagai bahan pelajaran bagi kita semua. Apapun yang kita lakukan pasti ada konsekuensinya, karena Pemerintah Kota Banda Aceh bersama-sama dengan warganya telah berkomitmen kuat untuk terus menegakkan Syariat Islam,” katanya.

Kepada warga yang mendapat ‘uqubat cambuk, ia mengajak untuk bertaubat dan tidak mengulangi kesalahannya. “Jangan jadikan kesalahan di masa lalu sebagai penghalang bagi kita untuk ‘terlahir kembali’ menjadi manusia yang baik, atau hambatan untuk menuju jalan kebenaran. Bangkitlah dan jangan ulangi kesalahan tersebut. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun,” ajaknya.

Sebelum mengakhiri penyampaian sambutan, ia juga apresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan partisipasi aktif dalam penguatan pengamalan Syariat Islam selama ini. “Semoga Banda Aceh menjadi negeri yang mendapat berkah Allah dari langit dan bumi,” pungkasnya.

Sebelum pelaksanaan ‘uqubat cambuk, acara juga diisi dengan tausiah dan doa disampaikan oleh Ustaz Saifullah. Tampak hadir pada acara tersebut perwakilan dari MPU, Kejari, dan Mahkamah Syari’ah Banda Aceh, serta beberapa Kepala SKPD di lingkungan Pemko Banda Aceh. Hadir pula unsur Muspika Kutaraja, para perangkat gampong dan ratusan masyarakat setempat.

[Penulis | Kontributor Banda Aceh/*]
[Editor | Rizal JP]

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.