oleh

Teuku Riefky Sikapi Penolakan Mahasiswa Soal JNM di Cibubur

Share Button
teuku-riefky
Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya. FOTO | MEDIAINDONESIA.COM 

Jakarta-Ketua Komisi X bidang Pemuda dan Olahraga, Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPR RI, Teuku Riefky Harsya, menyikapi pernyataan dari berbagai elemen mahasiswa baru-baru ini, terkait penolakan kegiatan yang mengatasnamakan mahasiswa Indonesia pada Jambore Nasional Mahasiswa (JNM) di Cibubur pada 4 hingga 6 Februari 2016 lalu.

Sebagaimana diketahui, penolakan tersebut disampaikan oleh sejumlah mahasiswa diantaranya, Badan Eksekutif Mahasiswa-Seluruh Indonesia (BEM-SI), Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI), Aliansi Mahasiswa Indonesia, BEM-Sulbar (Sulawesi Barat), Universitas Indonesia (BEM-UI), BEM-Unikom dan lainnya.

Karena itu, Politisi dari Fraksi Partai Demokrat Dapil Aceh, menyampaikan beberapa hal atas penolakan pada Jambore Nasional Mahasiswa (JNM) di Cibubur itu, kepada media ini, Rabu, 8 Februari 2017, melalui pesan singkat pesan mesanger, di Banda Aceh.

Pertama, ia mengaku menghargai aspirasi dan klarifikasi elemen mahasiswa tersebut, karena hal ini menegaskan bahwa mahasiswa menginginkan ruh pergerakan mahasiswa tetap sebagai penyambung aspirasi rakyat sejalan dengan konstitusi dan tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu.

Kedua, Teuku Riefky mengharapkan mahasiswa tetap menjaga intelektualitas dan idealismenya sebagai salah satu komponen pemelihara demokrasi, pejuang hak asasi manusia dan kedaulatan hukum dalam berbangsa dan bernegara.

Ketiga, ia meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti tuntutan mahasiwa agar segera mengusut aktor intelektual yang diduga telah mempolitisasi dan menunggangi kegiatan mahasiswa di Cibubur tersebut serta menyudutkan beberapa ormas maupun tokoh nasional.

Keempat, mengingatkan semua pihak yang ingin menggunakan fasilitas bumi perkemahan pramuka Cibubur untuk turut menjaga nilai-nilai luhur Gerakan Pramuka seperti tertera pada pasal 4 Undang-Undang RI No. 12/2010 tentang gerakan pramuka.

“Ini sebagaimana bunyi pasal 4 Undang-Undang RI No. 12/2010 tentang gerakan pramuka, yang berbunyi “Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup,” katanya menyebutkan.

[Penulis | Kontributor Banda Aceh]
[Editor   | Rizal JP] 

Facebook Comments

Komentar

News Feed