oleh

Tingkatkan PAD Aceh, Ini yang Akan Dilakukan Paslon

debat-3
Debat terbuka tahap ketiga Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pemilihan serentak pada Pilkada Aceh 2017, Selasa, 31 Januari 2017, di Gedung Amel Convention Hall, Simpang BPKP, Kota Banda Aceh. FOTO | KIP ACEH 

[clickToTweet tweet=”Tingkatkan PAD Aceh, Ini yang Akan Dilakukan Paslon ” quote=”Tingkatkan PAD Aceh, Ini yang Akan Dilakukan Paslon “][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Banda Aceh-Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Selasa, 31 Januari 2017 siang tadi menggelar debat terbuka tahap ketiga Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pemilihan serentak pada Pilkada Aceh 2017, di Gedung Amel Convention Hall, tepatnya di jalan Prof. Ali Hasjmi, Simpang BPKP, Kota Banda Aceh.

Debat terbuka tahap ketiga Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang disiarkan secara langsung oleh iNews TV secara nasional melalui TV kabel Parabola atau melalui antena UHF itu merupakan debat terakhir dan diikuti oleh enam Paslon pada Pilkada Aceh yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017.

Dikutip dari laman resmi KIP Aceh, usai enam pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh membacakan visi dan misinya, Mawardi Ismail mewakili panelis memberikan amplop berisi pertanyaan kepada host debat kandidat ketiga.

Ada dua pertanyaan dari panelis yang harus dijawab dalam satu kesempatan oleh para calon kepala daerah. Pertanyaan itu tentang langkah konkrit apa yang dilakukan oleh calon terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh dan langkah untuk meningkatkan investor di Aceh.

Paslon nomor urut 3, Abdullah Puteh dan Sayed Mustafa menjadi paslon yang pertama mendapat kesempatan berbicara. Ia mengatakan, pemerintah harus segera melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan PAD Aceh. Jika terpilih, ia akan berusaha untuk mendorong peningkatan pengusaha di Aceh.

“Akan ada 100 perusahaan besar di Aceh dengan izin dipercepat. Dengan ada perusahaan besar, maka lapangan kerja tercipta dan dimasuki anak muda Aceh. Jadi kemiskinan hilang,” ujar Abdullah Puteh.

Paslon nomor urut 6 Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah menjawab, pada 2007 Irwandi sudah memberdayakan lembaga kadin dengan mencetak 1000 saudagar dalam setahun. “Memberdayakan UKM dan UMKM itu penting untuk meningkatkan Pendapatan Daerah Aceh,” kata Nova Iriansyah.

Selain itu, mereka akan melakukan penataan lahan dan mengelola lahan kembali dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat. “Lahan harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Kita akan undang investor-investor dan menunjukkan kalau Aceh ini aman,” ujarnya.

Muzakkir Manaf dan TA Khalid sebagai paslon nomor urut 5 mengatakan, untuk meningkatkan PAD Aceh, bisa dilakukan dengan keamanan berdasar MoU Helsinki. Jika Aceh aman, ujar Muzakkir, orang luar akan yakin melakukan investasi di Aceh dan membawa uang sebanyak-banyaknya.

Sementara TA Khalid, mengatakan, dengan menyelesakan MoU Helsinki, daerah Aceh akan aman. Paslon tersebut berkomitmen untuk menjadikan pertanian dan perkebunan menjadi industri.

Zakaria Saman dan T. Alaidinsyah sebagai paslon nomor 2 berpendapat, birokrasi pemerintah yang mudah akan membuat usaha rakyat berkembang. Masyarakat juga harus berpikir untuk bertani.

T Alaidinsyah mengatakan, peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan PAD. “Izin dipermudah, kalau ada yang berinvestasi kita harus transparan, kemananan dijamin, dan daerah ekonomi bisa ditingkatkan,” katanya.

Paslon nomor 4, Zaini Abdullah dan Nasaruddin menjelaskan, untuk meningkatkan PAD Aceh, seluruh usaha yang ada di Aceh harus membayar pajak di Aceh secara intensif. Kemudian bisa juga dengan menggali sektor ekonomi yang baru seperti meningkatkan pariwisata islami di Aceh.

Zaini Abdullah mengatakan, daerah Aceh harus aman supaya orang mau berdatangan ke bumi tanah rencong ini. Terkait proses pemberian izin untuk investor ke Aceh juga harus dipermudah dan bebas dari praktik pungli secara total.

“Kemudian sekarang listrik hidup mati, tentu ini akan membawa hal negatif pada investor,” ujar Zaini. Menurutnya, pemerintah harus proaktif untuk mengundang investor datang ke Aceh.

Paslon nomor urut 1, Tarmizi A. Karim dan Machsalmina Ali mengemukakan, jika pemerintah bisa menggunakan dana otonomi khusus dengan efesien, PAD juga akan berkembang dengan baik. “Ada sektor-sektor strategis yang harus segera diangkat. Tidak ada kesejahteraan tanpa pertumbuhan dan tidak ada pertumbuhan tanpa inovasi,” ujar Tarmizi A. Karim. Keamanan dan kedamaian, kata dia, juga harus bisa diciptakan di Aceh untuk mendatangkan investor.

Sementara Machsalmina mengatakan, setiap perusahaan yang hadir di Aceh harus dibuat syarat, seperti SDM di Aceh harus dipekerjakan, kemudian tata ruang juga harus jelas agar tidak ada pertengkaran antara rakyat dan perusahaan. “Yang paling penting, jangan ada terjadi intimidasi,” ujar Machsalmina.

Editor | Rizal JP

Komentar

News Feed