oleh

TNI-Polri Gugur dalam Tugas Disantuni Rp400 Juta

ilustrasi-polisi-kena-tembak
Polisi kena tembak (ilustrasi). FOTO | POSKOTANEWS.COM 

[clickToTweet tweet=”TNI-Polri Gugur dalam Tugas Disantuni Rp400 Juta” quote=”TNI-Polri Gugur dalam Tugas Disantuni Rp400 Juta”][social_warfare buttons=”Facebook, Twitter”]

Jakarta-Santunan bagi anggota Polri dan TNI yang meninggal karena gugur dalam bertugas kini mencapai Rp 400 juta. Sedangkan korban meninggal dalam kategori tewas mendapat santunan Rp275 juta.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 102 Tahun 2015 menggantikan aturan sebelumnya yakni PP Nomor 67 tahun 1991. “Sebelumnya, tidak ada kategori gugur dan tewas, hanya meninggal dalam dinas Rp 100 juta, itu pun berasal dari uang tabungan anggota itu sendiri,” ujar Direktur Operasional PT Asabri, Adiyatmika.

Ia mengatakan, kategori gugur dan tewas ditetapkan kepala institusi. Jika yang meninggal adalah anggot TNI, maka yang mengeluarkan status gugur adalah Panglima TNI, sedangkan jika anggota Polri adalah Kapolri.

“Definisi Gugur adalah meninggal dunia dalam melaksanakan tugas operasi di dalam atau luar negeri akibat tindakan langsung dari lawan. Seperti yang polisi Reserse Polsek Senen menggerebek Narkoba di Berlan, Jakarta Timur, tewas ditembak bandar, itu dikategorikan gugur,” ujarnya.

Sedangkan kategori tewas adalah meninggal dunia dalam tugas dan dalam perintah dinas, namun bukan karena tindakan langsung lawan. Ia mencontohkan para anggota Polri yang tewas saat pesawat Skytruck jatuh di Batam beberapa waktu lalu dan anggota TNI yang pesawatnya jatuh di Papua termasuk dalam kategori tewas. Sedangkan diluar itu adalah meninggal dunia biasa.

“Untuk korban pesawat Skytruck 13 orang sudah dibayarkan saat serah terima jenasah di Pondokcabe, masing-masing Rp 275 juta untuk santunan kategori tewas, dan Rp 30 juta untuk beasiswa anak,” ujarnya.

SUMBER | POSKOTANEWS.COM 

Komentar

News Feed