oleh

Transisi Darurat Pidie Jaya 90 Hari

Share Button
pengungsi
Warga korban gempa mengungsi sementara di Masjid Jami Al-Istiqamah Rhieng di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie jaya, Aceh, Kamis, (8/12/2016). FOTO | KOMPAS.COM

Banda Aceh-Pasca peristiwa gempa bumi  7 Desember 2016 lalu yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Plt Gubernur Aceh, Soedarmo, telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, untuk penanganan gempa Pidie Jaya.

Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian, SSTP M Si, mengatakan, sejak berakhir masa tanggup darurat 20 Desember lalu, Pemerintah Aceh melanjutkannya dengan masa Transisi Darurat untuk menuju proses pemulihan yang berjalan selama 90 hari kerja, dimulai 21 Desember 2016 hingga 20 Maret 2017.

“Terkait penanganan gempa yang baru saja melanda wilayah Pidie Jaya dan sekitarnya, perlu kami sampaikan bahwa upaya evakuasi bagi para korban telah selesai dilaksanakan, sejalan dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 20 Desember lalu. Untuk membantu meringankan penderitaan para korban, Pemerintah Aceh telah menyalurkan berbagai bantuan, termasuk pemberian santunan bagi korban meninggal dan luka-luka,” ungkap Frans.

Mulai Januari, lanjut Frans, Pemerintah juga akan membangun dan merehab beberapa rumah warga dan sarana publik yang rusak. Karena itu kita berharap upaya penggalangan dana untuk korban gempa Pidie Jaya dapat terus berlanjut dan disalurkan melalui jalur yang telah ditentukan.

“Upaya penggalangan dana yang dilakukan KPPI Wilayah Aceh ini adalah salah satu upaya untuk mendapatkan bantuan bagi penanganan gempa Pidie jaya. Kita berharap pada para donatur dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkontribusi membantu proses pemulihan yang berjalan,” kata Frans.

Malam renungan Tsunami dan penggalangan dana, semalam beramal untuk Ie Mata Pidie Jaya, yang diselenggarakan oleh Kaukus Perempuan Politik Indonesia, di Taman Budaya, Jum’at (30/12/2016) malam, diisi dengan pemutaran rekaman video pembacaan puisi berjudul ‘Dukamu Duka Kami’ oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, yang telah direkam sebelumnya. Puisi tersebut dipersembahkan oleh Soedarmo untuk para korban gempa Pidie Jaya.

Sejumlah politisi terlihat hadir dalam acara tersebut. Hingga acara berakhir, donasi yang dikumpulkan mencapai puluuhan juta rupiah. Ismaniar SE, Ketua KPPI Aceh, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa donasi yang terkumpul malam ini akan disalurkan seluruhnya kepada korban Gempa Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen. “Berapapun yang terkumpul di akhir acara ini akan kita serahkan langsung kepada korban gempa,” tegas Ismaniar.

Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga diisi dengan lelang produk kosmetik. Kepala Biro Humas Setda Aceh berhasil menjadi penawar tertinggi untuk paket produk kosmetik La Tulipe.

Penulis | Rizal JP

Facebook Comments

Komentar

News Feed