oleh

UAS dan Ustaz Felix Siauw Ceramah di Blangpadang

Banda Aceh-Di perkirakan 30 ribu jamaah mensesaki lapangan Blangpadang, Banda Aceh guna menyaksikan tabligh akbar yang disampaikan penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) dan dai cerdas keturunan Tionghoa-Indonesia, Ustaz Felix Siauw.

Antusias masyarakat Aceh menyaksikan ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Felix Siauw begitu besar, bahkan rela bertahan di bawah hujan deras yang mengguyur Kota Banda Aceh, Sabtu, 18 Agustus 2018 malam.Tabligh akbar tersebut dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-73 dan HUT Bank Aceh ke-45 mengusung tema “Membangun Ekonomi Syariah Menuju Kejayaan”.

Hadir dalam kesempatan itu Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan, Drs. H. Rachmat Fitri HD, MPA, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, para kepala dinas, dan unsur TNI/Polri.

Warga Aceh saat menyaksikan ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS), Sabtu, 18 Agustus 2018 malam, di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.(FOTO | DOK.PENAPOST.COM)

Dalam tausiahya, Ustaz Somad mengatakan, Aceh selalu menjadi pelopor dalam berbagai hal, termasuk jika mengacu dalam sejarah. Raja di Nusantara yang pertama kali mengubah sistem menjadi kerajaan yang Islam adalah Malikul Saleh.

Bahkan, kata UAS dari sisi ekonomi, Aceh juga telah mengubah bank konvensional menjadi bank syariah.Itu sebabnya, masyarakat Aceh patut berbangga karena apa yang dilakukan Pemerintah Aceh menjadi contoh bagi bank-bank daerah lain di Indonesia.

Butuh Tempat Bertaraf Internasional 

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, saat bersalaman dengan Ustaz Abdul Somad (UAS), Sabtu, 18 Agustus 2018 malam, di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh.(FOTO | DOK.PENAPOST.COM)

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengatakan, berkaca pada penyelenggaraan acara-acara besar terutama kegiatan keagamaan yang dihadiri oleh puluhan ribu jemaah, sudah saat Kota Banda Aceh memiliki sebuah tempat khusus yang representatif dan bertaraf internasional.

Hal tersebut juga menjadi cita-cita Aminullah Usman sejak awal menjabat sebagai Walikota Banda Aceh. Desain tempatnya pun sudah rampung, lahannya juga telah tersedia di lepas pantai Samudera Hindia.

Pusat zikir akbar, maulid nabi, MTQ, dan ragam kegiatan keagamaan lainnya yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru dunia itu diberi nama Nurul Arafah Islamic Center (NAIC).

“Saya berpikir Nurul Arafah yang akan mampu menampung 30 ribu lebih jemaah ini perlu segera dibangun mengingat semakin banyaknya event bertaraf nasional maupun internasional di Banda Aceh,” kata Aminullah.

“Dengan begitu puluhan ribu jemaah yang hadir tidak lagi terkena panas terik matahari ataupun basah jika sedang hujan. Kami terus berjuang agar NAIC ini dapat segera terealisasi. Lokasinya di Ulee Lheue,” katanya seraya mengharap doa dukungan dari semua pihak.

“Seperti yang kita lihat malam ini, animo masyarakat untuk mendengar ceramah Ustaz Abdul Somad luar biasa. Saya perkirakan jumlahnya mencapai 30 ribu jemaah, namun mereka harus rela bertahan di bawah hujan deras,” katanya lagi.

Menurut Aminullah, keberadaan NAIC nantinya juga akan mendukung penerapan syariat Islam di Banda Aceh dan Aceh pada umumnya. “Walau sudah ada Masjid Raya Baiturrahman namun jemaah juga tidak akan muat bila jumlah yang hadir seperti malam ini,” pungkasnya.[]

(Editor | Suandris Zetha)

Facebook Comments

Komentar

News Feed