full screen background image

Ujian Nasional Dihapus, Ini Dia Gantinya

Share Button
simulasi-un

Siswa SMA Unggul Negeri 2 Boarding School Banda Aceh, mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah setempat, Rabu (24/2). Simulasi UN itu bertujuan mendorong siswa SMA tersebut lebih siap saat menghadapi UNBK. FOTO | ACEH.TRIBUNNEWS.COM 

Jakarta-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir adanya perbedaan standar ujian kelulusan jika pelaksanaannya diberikan kepada pemerintah daerah. Hal ini menyusul rencana moratorium ujian nasional (UN) mulai 2017.

Kemendikbud akan menyerahkan pelaksanaan ujian kelulusan kepada pemerintah daerah. Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), pelaksanaan ujian kelulusan akan diberikan kepada pemerintah kota/kabupaten.

Sementara, ujian kelulusan bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) oleh pemerintah provinsi.

Muhadjir mengatakan, akan ada standarisasi kelulusan yang akan dirumuskan oleh Kemendikbud bersama Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP).

“Sama, nanti itu semua standar nasional, jadi tidak ada perbedaan,” ujar Muhadjir, di Gedung D Kemendikbud, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Standarisasi ujian kelulusan akan berlaku untuk seluruh mata pelajaran. Dengan demikian, kualitas siswa dapat ditentukan tidak hanya dari mata pelajaran tertentu.

“Keseluruhan pembelajaran akan kami evaluasi sehingga tidak ada reduksi. Jadi semua yang diajarkan harus dievaluasi secara total, tapi semuanya akan ditetapkan standarnya oleh BNSP,” kata Muhadjir.

Selain itu, Kemendikbud akan berperan dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan ujian. Moratorium ujian nasional (UN) dilakukan untuk memenuhi putusan Mahkamah Agung pada 2009. Putusan ini memperkuat putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tahun 2007.

Dalam putusan itu, pemerintah diperintahkan meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, serta akses informasi di seluruh Indonesia.

Kualitas guru serta sarana dan prasarana yang memadai diperlukan bagi pelaksanaan UN (Kompas, 2/12/2012).

Menurut Muhadjir, UN kini tak lagi menentukan kelulusan, tetapi lebih berfungsi untuk memetakan kondisi pendidikan. Hasilnya, baru 30 persen sekolah memenuhi standar nasional.

SUMBER | ACEH.TRIBUNNEWS.COM 

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM


Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.