full screen background image

Unsyiah dan Pemerintah Aceh kerjasama Bakti Sosial di Gayo Lues

Share Button
Zaini Abdullah

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, saat melakukan pertemuan dengan Ketua Tim Baksos Terintegrasi yang diwakili oleh Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, Dr Nazamuddin SE MA di Pendapa Gubernur, Banda Aceh, Kamis (28/7). FOTO | Ist

Banda Aceh-Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) akan berkerjasama dengan Pemerintah Aceh dalam program Bakti Sosial (Baksos) Terintegrasi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Gayo Lues pada 11 – 14 Agustus mendatang. Kerjasama antara kedua pihak itu disepakati oleh Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah setelah mengadakan pertemuan dengan Ketua Tim Baksos Terintegrasi yang diwakili oleh Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, Dr Nazamuddin SE MA di Pendapa Gubernur, Banda Aceh, Kamis (28/7).

Turut hadir dalam pertemuan itu perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unysiah, anggota panitia pelaksana, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Hasanuddin Darjo, Kepala Dinas Pertanian, Prof. Dr. Abu Bakar, Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan, Drs. Raihanah serta perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait.

Gubernur Zaini menyambut baik kerjasama antara kedua pihak dan menyatakan siap membantu serangkaian program dan kegiatan dalam pelaksanaan Baksos tersebut.

Menurutnya, pihak SKPA yang hadir seperti Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan akan membantu menyediakan vaksin untuk menangani program pencegahan penularan penyakit rabies yang masih tinggi, terutama di daerah seperti Gayo Lues dan sekitarnya.

“Saya sangat terkejut ketika mendengar masih banyak penyakit yang ditularkan oleh virus rabies di Aceh. Ini merupakan perkara yang serius dan harus ditangani segera, sesuai dengan target kita menuju Aceh bebas rabies pada 2020 mendatang,” ujar Gubernur.

Dalam menyukseskan program itu, Pemerintah Aceh akan berkerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Unsyiah untuk memberikan vaksin gratis kepada binatang-binatang yang diduga membawa virus rabies dalam kegiatan Baksos itu.

kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Aceh, Drs. Raihanah mengatakan, salah satu penyebab tingginya angka penyakit yang disebabkan oleh rabies adalah karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat dalam menjaga hewan peliharaan mereka bebas dari virus rabies melalui proses vaksinisasi.

“Melalui kerjasama seperti ini, harapan saya masyarakat dapat diberikan pemahaman yang cukup terhadap bahaya rabies serta langkah-langkah pencegahannya,” kata Raihanah.

Tekait dengan progam penyuluhan anti-narkoba di kalangan remaja, Gubernur Zaini mengatakan akan mengarahkan dinas terkait, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh untuk mempersiapkan bahan pendukung. “Dinas Pemuda dan Olahraga akan menyumbang beberapa keperluan alat olahraga dan lainnya untuk mendukung program sosialisasi anti-narkoba,” ujarnya.

Reporter | Rizal JP

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM