full screen background image

Wagub: Lima Faktor Penyokong Pembangunan Aceh

Share Button
Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Foto | Humasaceh

Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Foto | Humasaceh

Bireuen-Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan ada lima faktor penting yang akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan masa depan Aceh, kelima faktor tersebut menurutnya adalah bidang pendidikan, perkebunan, perikanan, perdagangan dan Aparatur Sipil Negara.

Hal itu disampaikan Muzakir Manaf dalam sambutan singkatnya saat menghadiri Haul IV Tgk. Muhammad Yahya Ahmadi atau yang akrab disapa Abu Seulimuem, yang dipusatkan di Dayah Riyadhul Mubarak Al-Idrisiyah, Tanjongan, Samalanga, Bireuen. Minggu 28 Agustus 2016.

“Jika kelima faktor ini dapat kita maksimalkan, maka pembangunan Aceh akan berhasil di masa depan,” ujar pria yang akrab disapa Mualem itu.

Dalam kesempatan tersebut, Mualem juga menegaskan, bahwa di masa mendatang pembangunan Aceh lebih difokuskan untuk lima sektor tersebut. “Di masa mendatang, APBA akan kita fokuskan untuk pembangunan, pembiayaan dan pemanfaatan pada sektor pendidikan, perikanan, perkebunan, perdagangan dan Aparatur Sipil Negara. Jika ini dapat kita laksanakan maka yakinlah, kita akan mampu meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan yang secara bersamaan tentu saja akan mengurangi angka pengangguran dan angka kemiskinan di daerah yang kita cintai ini,” kata Mualem.

Selain itu Wagub Aceh itu juga menekankan tentang pentingnya menegakkan Syari’at Islam secara menyeluruh di Aceh, karena hal tersebut merupakan amanah para pendahulu yang harus dilaksanakan dan dipertahankan sampai kapanpun.

“Aceh merupakan daerah pertama masuknya Islam di nusantara. Dari sini Islam mulai menyebar ke seluruh penjuru nusantara, ke Malaysia, Brunei dan beberapa negara sahabat lainnya. Syari’at Islam yang sesuai dengan Ahlussunnah wal Jama’ah telah mengakar kuat di Aceh, hal ini juga menjadi faktor kuatnya perlawanan terhadap para penjajah di daerah ini dengan semangat perang fi sabilillah,” tegasnya.

Sementara Tu Busairi, selaku Pimpinan Dayah dan Ahlul Bait, dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan di Haul IV Abu Seulimuem. “Terima kasih kepada saudara sekalian atas kesediaannya untuk meluangkan waktu menghadiri Haul wafatnya orangtua kami ini.” kata Tu Busairi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Abu Kuta Krueng, Abu MUDI serta para guru, santri dan masyarakat di sekitar Dayah Riyadhul Mubarak Al-Idrisiyah, Samalanga. Usai menghadiri Haul di Samalanga, Wagub beserta rombongan meninjau proyek pembangunan tanggul sungai Krueng Batee Iliek. Proyek sepanjang 650 meter itu dibangun dengan menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh.

Untuk diketahui bersama, jika terjadi banjir besar, maka pemukiman masyarakat dan fasilitas sosial yanga ada di sekitar sungai Batee Iliek ikut tersapu banjir, bahkan tahun lalu banjir besar sempat merusak sawah, perkebunan dan rumah warga. Sejumlah pesantren yang ada disepanjang bantaran sungai tersebut juga turut dibawa banjir, diantaranya Dayah Ummul Ayman dan Dayah MUDI.

Reporter | Hidayat Pulo

Facebook Comments


Situs Berita Online Terpercaya | PENAPOST.COM