oleh

YARA Abdya Polisikan Pemilik Akun Facebook

Share Button
salinan-yara-1
Salinan laporan pengaduan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya. FOTO | IST

Banda Aceh-Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya, secara resmi telah menyurati dan membuat laporan pengaduan ke Polres setempat terhadap buntut komentar salah seorang pemilik akun media sosial (Facebook) bernama Rizal Setia.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya, Miswar, Rabu, 8 Februari 2017, di Banda Aceh. Aduan tersebut terkait komentar pada dinding milik Ketua YARA tersebut.

Disebut-sebut pemilik akun media sosial (Facebook) bernama Rizal Setia diduga telah menghina salah seorang ulama kharismatik aceh yaitu Tgk Muhammad Amin atau yang lebih dikenal dengan nama Abu Tumin Blang Blahdeh, Bireun.

Kata dia, laporan pengaduan itu dilayangkan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya diwakili Zulkifli, SH dan Rizki Darmawan, SH, terhadap persoalan tersebut. “Aduan ini lantaran YARA Abdya menganggap perlu melaporkan hal tersebut disebabkan Abu Tumin adalah salah seorang ulama kharismatik Aceh yang merupakan representasi sebagian besar masyarakat Aceh. Sehingga, penghinaan tersebut telah menyudutkan sebagian besar masyarakat Aceh yang sangat menghormati beliau,” katanya.

Dia menilai perbuatan pemilik akun tersebut telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal 28 ayat (2) Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik. “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).” Perbuatan tersebut diancam pidana penjara maksimal 6 tahun dan pidana denda maksimal Rp.1 milyar rupiah sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 45 Ayat (2) UU ITE,” tegasnya mengutip bunyi pasal 28 ayat (2) Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tersebut.

hina-ulama-266x375
Screnshot. FOTO | IST

Nah, apa yang membuat YARA menyoalkan komentar pemilik akun facebook tersebut? Berikut kutipannya. “Ya. Berarti haram menurut Abu Tumin. Tpi nyoe dijok 1 miliyar. Singoh balek teuma. Nyan laki2 hram jdi pemimpin. Jo tanyong bak Abu Tumin. Nyan mak jih inong peu Agam.”

Jika diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia komentar tersebut berbunyi “Ya Berarti haram menurut Abu Tumin. Tapi kalau di Kasih 1 Milyar besok berubah pula, itu laki – laki haram jadi Pemimpin, coba Tanya sama Abu Tumin, ibunya itu perempuan apa laki-laki”.

Ini muncul setelah Ketua YARA Abdya dalam akun facebooknya bernama Miswar Law memposting sebuah berita yang di muat di sebuah situs berita berjudul “Abu Tumin Bireun : Kepemimpinan Perempuan Haram” di dinding facebooknya.

Itu sebabnya, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya meminta Kapolres setempat serius dalam menangani hal ini, karena akan berdampak sangat luas baik itu kebencian maupun permusuhan serta hal-hal yang lain yang bisa membuat perpecahan masyarakat Aceh Barat Daya, terutama serta masyarakat Aceh secara keseluruhan.

Hingga berita ini ditulis, media ini belum berhasil memperoleh informasi lebih lanjut dari pemilik akun tersebut. Begitu juga dengan dari pihak kepolisian Polres Abdya, terkait laporan pengaduan dari YARA Abdya. (Red)

Editor | Suandris

Facebook Comments

Komentar

News Feed