oleh

1.059 Peserta Ramaikan Al-Fityan Science, Innovation and Art

Banda Aceh-Sebanyak 1.059 peserta dari TK, SD, SMP/MTs, SMA/MA dan Umum, ikut meramaikan Al-Fityan Science, Innovation and Art (ASIA), yang dihelat sejak 11-17 Februari 2019, di Al-Fityan School Aceh, Gampong Reuloh, Ingin Jaya, Aceh Besar.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin atasnama Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Senin, 11 Februari 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, saat membacakan sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengatakan, pihaknya sependapat bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki nkualitas pendidikan yang baik.

“Pendidikan berkualitas itu tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan anggaran yang besar.Namun juga oleh kemampuan menerapkan cara didik yang menyentuh hati dan pikiran,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan bernuansa seni, science, bahasa dan agama adalah modul yang dapat menyentuh hati dan pikiran para peserta didik untuk dapat membangun generasi yang memiliki ilmu, iman, taqwa serta budi yang luhur.

“Nah, untuk melahirkan anak didik dengan prilaku seperti itu, setiap sekolah seharusnya tidak hanya fokus mengembangkan sistem belajar formal di ruang kelas. Tapi perlu menggagas ajang kreasi di luar kelas guna meningkatkan semangat berkompetisi dan daya pikir yang lebih kritis”.

“Jika jiwa kompetitif ini sudah menjadi budaya, maka semangat menjadi yang terbaik tentu akan selalu menjiwai spirit generasi muda Aceh,” katanya lagi.

Ia menilai kegiatan ASIA ini adalah salah satu ajang kreativitas yang diharapkan dapat memperkuat daya nalar dan berpikir para pelajar. Sebab, ajang ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan bakat, sehingga para peserta semakin semangat untuk berkarya dan mengembangkan kemampuannya.

“Saya ingatkan lagi bahwa Pemerintah Aceh memberi perhatian sangat besar bagi peningkatan kualitas generasi muda melalui sektor pendidikan. Secara garis besar ada tiga program utama yang dijalankan Pemerintah Aceh dalam bidang pendidikan ini yaitu Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga,” kata Kadisdik Aceh sebagaimana mengutip sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh.

Ia merincikan bahwa program Aceh Carong menekankan kepada prestasi pendidikan Aceh di tingkat nasional melalui perbaikan fasilitas, kualitas guru dan peningkatan sistem.

Begitu juga dengan program Aceh Meuadab, yang lebih difokuskan pada upaya mengembalikan khittah Aceh melalui implementasi nilai-nilaikeislaman. Sedangkan program Aceh Teuga fokus pada perbaikan sumberdaya generasi muda.

“Karena itu Pemerintah Aceh mendorong agar semangat berkompetisi di kalangan generasi muda kita semakin dibudayakan di sekolah-sekolah yang ada di Aceh. Al-Fityan Science, Innovation and Art (ASIA) ini adalah salah satunya, sebab misi Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga telah terangkum dalam kegiatan ini, disinilah semangat bersaing pelajar-pelajar terbaik Aceh akan di uji,” rincinya.

Sebagai Kepala Pemerintah Aceh, Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, sangat mendukung terlaksananya kegiatan Al-Fityan Science, Innovation and Art (ASIA) ini.Di masa mendatang ia meminta hendaknya kegiatan tersebut dapat diselenggarakan lebih kolosal lagi.

“Sehingga daya rangsangannya bagi kreativitas generasi muda Aceh lebih meningkat, dengan demikian cita-cita kita melahirkan sumberdaya manusia berkualitas yang akan membawa perubahan besar bagi masa depan Aceh tentunya akan dapat terwujud,” tambah nya.***

Aneka Lomba yang diselenggarakan:

Taman Kanak-Kanak (TK)
– Membentuk Plastisin
– Menyusun Puzzle
– Hafalan Hadis
– Mewarnai
– MHQ Surah Pendek

Sekolah Dasar (SD)
– MHQ Juz 30
– Berhitung Cepat
– Menggambar
– Dai Cilik

SMP/MTs
– MHQ 3 Juz
– Kaligrafi
– Story Telling
– CC Sains
– Olimpiade Sains
– Futsal
– Desain Manual

SMA/MA
– MHQ 5 Juz
– Futsal
– Tajhis Mayit
– Nasyid Acapella
– CC Sains
– Desain Poster
– Olimpiade
– Kaligrafi

Umum
– Fotografi
– Easay Nasional
– Film Pendek

Komentar

News Feed