oleh

15 Pelanggar Syari’at Jalani Hukuman Cambuk

Banda Aceh-Sebanyak 15 pelanggar syari’at Islam menjalani hukuman cambuk di halaman Masjid Baiturrahim, Ulee Lheue Banda Aceh, Jum’at, 13 Juli 2018.Sekitar pukul 14.10 Wib, ke 15 pelanggar syari’at Islam dihadirkan ke Masjid Baiturrahim oleh pihak Kejaksaan Negeri Banda Aceh dengan menggunakan mobil tahanan.

Pelaksanaan uqubat cambuk ini disaksikan Sekdakota Banda Aceh, Bahagia dan ratusan warga yang baru saja menunaikan ibadah shalat Jum’at di masjid tersebut.Petugas mengeluarkan seruan agar-anak berusia dibawah 18 tahun meninggalkan lokasi karena tidak dibenarkan menyaksikan prosesi pencambukan tersebut.

Ke 15 pelanggar syari’at ini tercatat melanggar Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat.Mereka masing-masing tercatat 4 orang terlibat kasus khamar (Minuman keras), 2 orang kasus liwath (Homoseksual), dan 9 orang kasus ikhtilat (Berduaan ditempat sepi yang bukan muhrim).

Dua pelanggar kasus liwath dicambuk masing-masing 87 kali setelah dipotong masa tahanan 3 kali. Kasus khamar ada yang dicambuk 15 kali, 25 kali dan 30 kali setelah dipotong masa tahanan. Sedangkan kasus ikhtilath dicambuk masing-masing 25 kali setelah dipotong masa tahanan 3 kali.

Sekdakota Banda Aceh, Bahagia menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri, Mahkamah Syar’iyah dan Polresta Banda Aceh serta semua pihak yang telah mendukung sehingga pelaksanaan uqubat cambuk bagi pelanggar Qanun Nomor 6 Tahun 2014 dapat terlaksana.

Sekda kembali menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh memiliki komitmen yang kuat dalam hal penegakkan syariat. Pemko Banda Aceh, kata dia, tidak menginginkan adanya pelanggaran hingga menyebabkan hukuman cambuk. Karena, ketika penegakanSyariat Islam berjalan dengan baik, maka tidak akan ada lagi warga yang kena cambuk.

“Namun demi untuk penegakan hukum dan pelaksanaan syariat Islam di kota ini, maka eksekusi cambuk tetap harus dilaksanakan ketika terbukti melanggar,” ujarnya.[]

(Editor | M. Zairin)

Komentar

News Feed