oleh

30 Guru dan Tenaga Kependidikan Diberi Penghargaan Ini, Adakah Dari Aceh?

Jakarta-Sebanyak 30 guru dan Tenaga Kependidikan dari berbagai provinsi di tanah air mendapatkan penghargaan dari Pemerintah. Penghargaan tersebut yaitu Satya Lencana Pendidikan.

Penghargaan kepada 30 guru dan tenaga kependidikan sebagaimana tertuang melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK/Tahun 2018, diserahkan pada upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2018, di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta (26/11/2018).

Melansir laman resmi KEMDIKBUD.GO.ID, Pemerintah menyerahkan penghargaan kepada 30 guru dan tenaga kependidikan. Penghargaan tersebut diserahkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen DTK), Supriano atasnama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Dari 30 guru dan tenaga kependidikan tersebut, tidak tertera dari provinsi Aceh. Berikut asal guru dan tenaga kependidikan yang meraih penghargaan Satya Lencana Pendidikan. Guru-guru yang mendapatkan penghargaan tersebut, yaitu Mujahidin Agus (Sulawesi Selatan), Nining Mariyaningsih (Jawa Tengah), Kasiyaningsih (Jawa Barat), Vivi Wirni (Sumatera Barat), Rochimudin (Jawa Tengah).

Berikutnya, I Made Nuryata (Bali), Dewi Desmasary (Jawa Barat), Mangestiningtyas (Kalimantan Utara), Ikhsanul Arif (Sumatera Barat), dan Ahmad Sudianto dari Kepulauan Riau. Kemudian, Hamidah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mohamad Munajat (Banten), Slamet Samsoerizal (DKI Jakarta), Misnawati (Jawa Barat), Nia Kania Dewi (Jawa Barat), Wawan (Jawa Barat), Gilang Asrin Devianty (Jawa Barat), Encon Rahman (Jawa Barat), Farida Hidayati (Jawa Barat), Iis Nur’aeni (Jawa Barat) dan Ai Tin Sumartini juga dari Jawa Barat.

Penghargaan juga diberikan kepada Miftahudin dari Provinsi Jawa Tengah, Tri Rustamu (Jawa Tengah), Suparno (Jawa Tengah), Mukhsinin (Jawa Tengah), Imam Muttaqin (Jawa Timur), Ayu Puti Dewi Ary (Bali), Ahmadiyanto (Kalimantan Selatan), Najamuddin (Sulawesi Selatan) dan Wilem Parkai dari Papua Barat.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya menyampaikan ucapan selamat kepada semua guru dan tenaga kependidikan Indonesia. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen DTK), Supriano, saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Ia mengajak berdoa, semoga martabat guru semakin dijunjung tinggi seiring dengan meningkatnya profesionalisme, yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan, dan dedikasi dalam menjalankan tugas mulianya.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini mengangkat tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21”. Tema tersebut dipilih mengingat tantangan pendidikan di abad 21 semakin berat.

Hal ini meniscayakan peningkatan profesionalisme, menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Supriano mengatakan, revolusi industri keempat yang sudah merambah ke semua sektor harus disikapi dengan arif karena telah mengubah peradaban manusia secara fundamental.

“Untuk itu, diperlukan guru yang profesional, guru yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat tersebut untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan kompetensi global,” tutur Supriano.

Masih kata Supriano, meskipun teknologi informasi berkembang demikian cepat dan sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh, peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut.

“Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi setiap peserta didik. Oleh sebab itu, profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian,” katanya menjelaskan.

Menurutnya, saat ini kurang bijak rasanya jika hanya menyalahkan dahsyatnya perkembangan teknologi informasi. “Kita harus mampu mengarahkannya menjadi potensi positif alih-alih terkena dampak negatifnya,” tuturnya.

Terlebih pada tahun 2019 yang akan datang, lanjutnya, penetrasi revolusi industri keempat tersebut akan masuk semakin dalam ke berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan.

Oleh sebab itu, peningkatan profesionalisme guru menjadi penting karena hal itu merupakan salah satu syarat utama dalam pewujudan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter serta menguasai kecakapan abad ke-21 yang dibutuhkan oleh setiap peserta didik.

“Oleh karena itu, marilah kita jadikan Hari Guru Nasional ini sebagai semangat untuk terus membangun peradaban bangsa sehingga Indonesia menjadi bangsa yang berbudaya serta mampu bersaing dalam kancah pergaulan global,” pesan Supriano.

Indonesia telah memenuhi kriteria sebagai negara besar jika dilihat dari ukuran wilayah, jumlah penduduk, kekayaan alam, dan keragaman budayanya. Keunggulan komparatif ini harus dikejar dengan keunggulan kompetitif di bidang SDM.

“Dua hal yang merupakan prasyarat untuk menjadi negara maju. Pada saat kemajuan infrastruktur sudah demikan baik maka tidak ada pilihan lain kecuali harus menyiapkan SDM yang unggul dengan kompetensi global. Untuk itu, kita bertekad agar pada masa-masa mendatang para guru dapat semakin berpacu mengambil peran sentral menyiapkan SDM tersebut,” sambung Supriano.

Selanjutnya, dalam rangka perluasan akses, pemerataan mutu, dan percepatan terwujudnya guru profesional, pada tahun yang akan datang Kemendikbud akan menerapkan Kebijakan Sistem Zonasi. Kebijakan ini diharapkan akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air.

“Sistem zonasi tersebut diharapkan akan memudahkan penanganan dan pengelolaan guru, mulai dari distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karir, dan penyaluran bantuan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah,” pungkas Supriano.[]

(Sumber | KEMDIKBUD.GO.ID)
(Editor    | Redaksi)

Komentar

News Feed