oleh

60 Persen Tahanan dalam Penjara Saat Ini Pengguna Narkoba

Banda Aceh-Ancaman bahaya narkoba di Aceh sangat mengkhawatirkan. Bahkan, data menunjukkan 60 persen yang saat ini berada dalam penjara adalah pengguna narkoba. Provinsi Aceh berada di peringkat ke 7 penggunaan narkoba.

Bukan hanya itu, 67.000 pengguna narkoba masih belum di rehabilitasi, sedangkan 20 bandar sabu telah di tuntut hukuman mati. Data BNN menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang terbanyak adalah kelompok usia remaja hingga dewasa.

“30 sampai 40 orang meninggal setiap harinya akibat penyalahgunaan narkoba,” ungkap Kepala BNNP Aceh Irjen Pol Drs Faisal Nasir M.H, pada deklarasi Banda Aceh anti Narkoba, Selasa, 4 Desember 2018, di Taman Bustanul Salatin.

Deklarasi anti narkoba tersebut dipelopori oleh Gergana (Generasi Gemilang Anti Narkoba) Kota Banda Aceh ini melibatkan para mahasiswa yang peduli terhadap narkoba.

Deklarasi Banda Aceh anti Narkoba, Selasa, 4 Desember 2018, di Taman Bustanul Salatin. (FOTO | IST)

Gerakan yang dipimpin Muhammad Zidan Al Hafidh dan Daeng Naufal Firjatullah dibawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga bertujuan untuk mengajak generasi muda untuk tidak menggunakan narkoba karena narkoba merupakan sesuatu yang akan merusak generasi pembangunan khususnya di Kota Banda Aceh.

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan BNNP Aceh, BNK, Dispora Kota Banda Aceh serta semua pihak termasuk lembaga/organisasi penggiat anti narkoba lokal maupun nasional bertujuan bahwa Banda Aceh akan gemilang dengan generasi-generasi yang bisa berpikir cemerlang karena tidak menggunakan narkoba.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman menyampaikan bahwa narkoba ini adalah salah-satu faktor penghancur generasi muda. Sosialisasi diperlukan untuk memberitahukan kepada masyarakat tentang bahayanya narkoba.

Katanya, pelaksanaan deklarasi ini adalah wujud dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh yang menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Masih kata Walikota, pemuda merupakan generasi penerus bangsa dan pemimpin masa depan yang eksistensi, karya dan inovasi mereka akan membawa pengaruh besar terhadap kemajuan negeri dan bangsa ini.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba saat ini sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, pemberantasan narkotika dalam kehidupan harus menjadi pekerjaan utama bersama.

“Hal ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi masyarakatpun diharapkan turut serta memberantas peredaran narkoba ini demi mewujudkan masyarakat Kota Banda Aceh Gemilang Tanpa Narkoba,” kata Walikota.

Deklarasi ini bertujuan untuk memberikan spirit juga motivasi kepada masyarakat dan pemuda Kota Banda Aceh serta memiliki dampak yang positif dan nyata terhadap partisipasi masyarakat dalam memerangi penyebaran dan penyalahgunaan narkoba.

Dalam kesempatan itu, juga dibbacakan deklarasi anti narkoba serta peletakkan colour hand oleh Walikota didampingi Wakil Walikota, Ketua BNNP Aceh, ketua BNK, Ketua Gergana, Ketua Pemuda, Ketua TP PKK, Kadispora, dan Kadis P3AKB Banda Aceh. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

News Feed